Jalan Kumun Hingga Batas Kota Sungai Penuh Terendam
Tak hanya dalam pusat kota Sungai Penuh saja kondisi saluran air di kanan kiri jalan yang menyebabkan air meluap.
Penulis: hendri dede | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Tak hanya dalam pusat kota Sungai Penuh saja kondisi saluran air di kanan kiri jalan menyebabkan air meluap.
Kondisi ini juga terjadi di Desa Kumun, kecamatan Kumun Debai hingga batas Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Sehingga mengakibatkan jalan terendam air saat hujan deras di Kerinci.
Seperti yang terjadi di jalan Desa Kumun Hilir hingga Batas Kota Sungai penuh dengan Kabupaten Kerinci, tepatnya di Desa Pancuran tiga, Kecamatan Keliling Danau.
Bahkan, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh, mengakibatkan sepanjang jalan tersebut terendam hingga ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Seorang pengguna jalan, Arsal membenarkan setiap hujan deras terjadi banjir selalu menggenangi jalan yang ada di Desa Kumun Hilir hingga batas kota.
Kondisi ini diperparah dengan jalan buruk yang direndam oleh banjir luapan air drainase yang menutupi badan jalan.
"Terpaksa hati-hati melewati jalan, karena jalan yang digenangi banjir banyak banyak berlubang, terutama jalan di batas Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci," ungkapnya, Rabu (18/4).
Tidak hanya merendam jalan, banjir yang merendam terutama di lokasi batas kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci juga membuat sejumlah tanaman padi sawah menjadi rusak terendam, karena genangan air mengakibatkam sampah yang dibawa banjir juga memenuhi lahan sawah warga.
"Kalau hujan deras kami terpaksa turun keluar rumah membuka jalur air, agar air tidak masuk ke sawah. Tapi bendungan buatan yang kami laksanakan hanya bertahan sementara," jelasnya.
Kondisi ini, lanjutnya merupakan dampak dari kecilnya ukuran drainase yang ada di kanan kiri jalan yang melalui Desa Kumun Kota Sungai penuh hingga Desa Pancuran Tiga Kabupaten Kerinci, sehingga membuat volume air yang besar tidak tertampung hingga meluap ke jalan.
"Imi sering kali terjadi, kami minta pemerintah bisa memperbaiki kondisi ini," jelasnya.
Dinas pekerjaan Umum Kota Sungai Penuh mengaku belum mengetahui hal ini. Kadis PU Martin mengatakan akan melakukan pengecekan.
Diakuinya memang ada saluran di sisi jalan yang tidak berfungsi di wilayah Kota Sungai Penuh. "Nanti kita lihat di lapangan, karena belum ada laporan dari masyarakat," terangnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/jalan-terendam-kumun-debai_20180418_151007.jpg)