Di Malaysia, Nonmuslim Ajukan Permohonan Cuti Panjang seperti Umat Islam. Ini Alasannya

Kerajaan Pulau Pinang meminta kerajaan Pusat untuk memberi cuti khusus kepada warga kerajaan yang bukan beragama Islam

Di Malaysia, Nonmuslim Ajukan Permohonan Cuti Panjang seperti Umat Islam. Ini Alasannya
tribunjambi/rohmayana
Ilustrasi ibadah umat Hindu. 

TRIBUNJAMBI.COM, GEORGETOWN - Kerajaan Pulau Pinang meminta kerajaan Pusat untuk memberi cuti khusus kepada warga kerajaan yang bukan beragama Islam seperti halnya cuti yang diberikan kepada umat Islam untuk mengerjakan haji atau umrah.

Ketua Menteri Pulau Pinang, Lim Guan Eng berkata, diajukannya cuti khusus agar mereka penganut bukan Islam diperbolehkan menjalankan upacara keagamaan mereka.

Baca: Serangan Amerika Serikat ke Suriah Dikecam Rusia, Sebut Pelanggaran Hukum Internasional

Menurutnya, ia telah menulis surat kepada Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Razak untuk mempertimbangkan permohonannya itu.

"Penduduk kerajaan bukan Islam juga perlu diberi cuti dengan gaji sekurang-kurangnya tujuh hari untuk upacara khusus keagamaan mereka, sama seperti orang Islam 40 hari untuk pergi haji dan umrah.

"Saya sudah tulis surat resmi kepada perdana menteri beberapa bulan lalu tentang hal ini. Permohonan ini bukan untuk Pulau Pinang saja, tetapi juga untuk negeri-negeri lain juga karena kita menyuarakan hasrat rakyat Malaysia," katanya kepada media di Wadda Gurdwara Sahib, Jalan Gurdwara, Sabtu (14/4).

Setiausaha Agung DAP itu menambah, 11 amalan terkait kepentingan bukan Islam di Pulau Pinang akan diteruskan sekiranya Pakatan Harapan diberi mandat membangun kerajaan negeri pasca PRU14 ini.

"Seperti dalam Perlembagaan Persekutuan, kita akan teruskan 11 amalan itu antaranya peruntukan tahunan RM1.5 juta untuk Lembaga Wakaf Hindu (HEB) memastikan perumahan menyediakan luas tanah yang setimpal untuk tujuan keagamaan membabitkan kepentingan agama-agama bukan Islam dan peruntukan tahunan RM50,000 kepada Majlis Perundingan Buddha, Kristian, Hindu, Sikh dan Tao Malaysia.

Baca: Gerindra: Prabowo Bisa Jadi Presiden Tahun 2024, Jika Terima Jadi Cawapres Jokowi Sekarang

Baca: Opsi Prabowo Jadi Cawapres Jokowi - Mayoritas Partai Koalisi dan Relawan Ternyata Berpendapat Begini

"Selain itu, kita akan mewujudkan Exco untuk Hal Ehwal Bukan Islam, yang diurus perdana menteri, penyediaan peruntukan dana kira-kira RM30 juta sejak 2008 dan menyerahkan bangunan di Jalan Mecalister kepada HEB Pulau Pinang untuk pengurusan hal ehwal penganut Hindu," katanya.

Sumber: Sinarharian.My

Penulis: fifi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved