Ujian Nasional

FOTO: Aksi Coret Seragam Siswa dan Konvoi Kendaraan di Sungai Penuh dan Kerinci Usai UNBK

Ratusan siswa SMA di jajaran Sugai Penuh dan Kabupaten Kerinci masih melakukan aksi corat-coret seragam serta konvoi

FOTO: Aksi Coret Seragam Siswa dan Konvoi Kendaraan di Sungai Penuh dan Kerinci Usai UNBK
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Ratusan siswa SMA di jajaran Sugai Penuh dan Kabupaten Kerinci masih melakukan aksi corat-coret seragam serta konvoi kendaraan di jalan bersama temannya. Hal ini dilakukan setelah melaksakan Ujina Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada Kamis (12/4).

Terlihat di jalan Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci kemarin sore, aksi konvoi siswa SMA terjadi, para siswa memakai seragam sekolah lengkap namun kondisinya sangat memprihatinkan dengan seragam yang penuh coretan.

13042018_coret
Aksi coret siswa usai mengikuti Ujian Nasional.(TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA)

Baca: Sukseskan Ujian Nasional, SMPN 1 Kota Jambi Siapkan 123 Komputer

Seorang siswi SMA di Kerinci, Nur mengatakan dirinya dan temannya baru selesai UNBK. Sehingga atas kesepakatan bersama sudah biasa dilakukan aksi coret seragam serta tandatangan sebagai kenangan dari kawan seangkatan. "Iya biasa aja bang, cuma sebagai kenangan saja," katanya.

Dia mengatakan tidak ada larangan dari pihak sekolah atau aksi coret dan konvoi tersebut. Asalkan dilakukan secara tertib. "Dakdo larangan, cuma diminta tertib saja," singkatnya saat bersama kawannya di lapangan Pemda Kerinci.

Namun aksi ini membuat berbagai pamahaman di masyarakat. Ada yang menyatakan dunia pendidikan di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, tampaknya masih perlu perhatian khusus. Terutama dalam etika dan kepribadian siswa sekolah, yang masih saja melakukan aksi coret-coret hingga konvoi kendaraan bermotor usai selesai melaksanakan Ujian Nasional (UN).

"Memang aksi mencoret seragam hak dari siswa, tapi ini perlu menjadi perhatian karena tidak mencerminkan selaku generasi muda yang diharapkan," ungkap Tokoh muda Pendidikan Kerinci, Edi yang juga seorang dosen di salah satu Perguruan tinggi di Sungai Penuh.

Baca: Rangkai Huruf Alfamart, Anda Akan Dapat Rp 20 Juta

Baca: Kelihatannya Memang Keren, Tapi Ini Risiko Pengguna Implan Payudara Silikon

Untuk itu, lanjutnya fenomena ini sangat perlu diperhatikan Pemerintah Kota Sungai Penuh maupun Pemkab Kerinci, terutama Dinas pendidikannya masing-masing hingga ke pihak sekolah.

"Perlu adanya ketegasan Pemkot Sungai Penuh dan Pemkab Kerinci terkait masalah ini, jangan sampai generasi muda kita terpancing dengan budaya yang tidak mendidik tersebut, perlu penjelasan kepada para siswa," katanya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved