Breaking News:

2 Perempuan Cantik Indonesia Ini Sedang Naik Gunung Everest, Jalan 1 Langkah Butuh 4 Helaan Napas

Gunung Everest akan menjadi puncak gunung terakhir dari rangkaian misi mengibarkan bendera Indonesia di tujuh gunung tertinggi di tujuh benua.

Dua pendaki perempuan dari organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Katolik Parahyangan (Mahitala Unpar) Fransiska Dimitri Inkiriwang (24) (kiri) dan Mathilda Dwi Lestari (24) (kanan) memberikan sambutan dalam acara #DengaryangMuda di Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (29/3). Meraka adalah dua orang perempuan yang sedang dalam misi untuk mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi di dunia, puncak Gunung Everest. Mereka Tergabung dalam tim The Women of Indonesias Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (WISSEMU), Gunung Everest(KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO) 

TRIBUNJAMBI.COM, BANDUNG - Namanya Fransiska Dimitri Inkiriwang (24) dan Mathilda Dwi Lestari (24). Mereka berdua telah berhasil mencapai enam puncak tertinggi di beberapa benua, kemudian berniat mengibarkan merah putih di puncak tertinggi dunia.

Dua orang perempuan yang tergabung dalam tim The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition itu melanjutkan perjalanan untuk menaklukan misi lainnya, mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi di dunia, Gunung Everest.

Gunung Everest akan menjadi puncak gunung terakhir dari rangkaian misi mengibarkan bendera Indonesia di tujuh gunung tertinggi di tujuh benua.

Ditulis tribunjambi.com sebagaimana telah tayang di kompas.com, sebelumnya, mereka berdua telah berhasil mencapai enam puncak gunung tertinggi di belahan dunia lain. Yaitu Gunung Carstensz Pyramid (4.884 mdpl), Gunung Elbrus (5.642 mdpl), Gunung Kilimanjaro (5.895 mdpl), Gunung Aconcagua (6.962 mdpl), Gunung Vinson Massif (4.892 mdpl), dan Gunung Denali (6.190 mdpl) dalam empat tahun ke belakang.

“Semua pengalaman yang telah kita dapat selama empat tahun melakukan ekspedisi ini, kami merasa cukup siap untuk melaksanakan ekspedisi terakhir ini,” kata Mathilda dalam keterangan tertulis yang diterima kompas.com, Jumat (6/4/2018).

Pegunungan Himalaya, Everest, merupakan titik tertinggi yang ada di bumi. Dengan catatan elevasi 8.848 meter di atas permukaan laut, ketinggian Everest hampir sama dengan menumpuk dua Gunung Carstensz, gunung tertinggi di Indonesia.

Menurutnya, dalam pendakian kali ini, Everest akan menghadirkan tantangan ekstra, karena langkah menuju puncak, oksigen di ketinggian ini berkurang hanya menjadi sepertiga, dibandingkan dengan yang bisa kita hirup dengan bebas sekarang ini.

Baca: Ini Keunikan Bakul Niur, Olahraga Tradisional Tanjabtim yang Bakal Ditampilkan di Festival

Baca: Beberapa Titik di Muarojambi Ini Bakal Jadi Kawasan Bebas Rokok, Aturan Sudah Ada

Satu di antara Seven Summiteers Indonesia yang pernah menjejakkan kakinya di gunung tersebut, Frans, mengatakan bahwa perjalanan akan terasa berat dengan oksigen setipis itu.
"Badan terasa amat dingin. Napas menjadi amat berat. Jalan satu langkah membutuhkan empat kali pengambilan napas," ujarnya.

Kondisi itu, lanjutnya, sudah dapat dirasakan di area sekitar kamp 3 yang berketinggian sekitar 7.200 mdpl, bahkan sebelum mencapai ketinggian 8.000 meter.

Di musim dingin pada bulan Januari, suhu di puncak Everest bisa mencapai -60 derajat Celsius.

Pada musim panas yang merupakan musim pendakian, suhu udara di pucuk bumi ini "hanya" berkisar -20 derajat Celsius, menambah tantangan lebih bagi pendaki, apalagi yang berasal dari daerah beriklim tropis seperti Indonesia.

Kamis, 29 Maret 2018 lalu, dua srikandi ini sudah memulai perjalanannya dengan harapan mengharumkan nama ibu Pertiwi di kancah Internasional lewat kibaran merah putih di atap dunia, Gunung Everest. (Kontributor Bandung, Agie Permadi)

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Setelah Taklukan 6 Gunung di Dunia, 2 Srikandi Ini Siap Jajal Gunung Everest

Editor: Edmundus Duanto AS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved