Human Interest

Tak Mampu Tanggung Biaya Pengobatan Saudara yang Ditahan, Tahang Sempat Minta Kembalikan ke LP

Tahang (44) warga Desa Lambur Luar, Kecamatan Sabak Timur, Tanjung Jabung Timur, sempat pasrah dan meminta kepada pihak Lembaga

Tak Mampu Tanggung Biaya Pengobatan Saudara yang Ditahan, Tahang Sempat Minta Kembalikan ke LP
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA
Ilustrasi pasien 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Tahang (44) warga Desa Lambur Luar, Kecamatan Sabak Timur, Tanjung Jabung Timur, sempat pasrah dan meminta kepada pihak Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Jabung Timur mengembalikan saudaranya Hasan (80) yang berstatus warga binaan Lapas untuk dikembalikan ke Lapas saat dirawat di Rumah Sakit.

Sejak senin (2/4) kemarin, Hasan dirawat di rumah sakit umum daerah Nurdin Hamzah Tanjung Jabung Timur. Dia dirujuk ke Rumah Sakit tersebut untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut akibat sakit yang dideritanya.

Baca: Negatif Mengandung Daging Babi, Pedagang Bakso di Unja Ini Diajak Buka Cabang di Merangin

Dirawat inap dirumah sakit milik pemerintah daerah tersebut bukan tidak ada persoalan, pihak Lapas menyerahkan semua beban biaya pengobatan Hasan kepada keluarga. Sementara pihak keluarga merasa tidak mampu untuk menanggung semua biaya pengobatan itu.

Lalu pihak Lapas menyarankan, kepada Tahang untuk mengurus surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari kepala desa dan camat yang akan dibawa ke Dinas Kesahatan untuk mendapatkan bantuan dana pengobatan melalui Jamkesda.

Namun pada saat menemui Kepala Desa Tahang sempat kecewa. Kepala Desa Siau Dalam sebagai tempat domisili saudaranya ditemui Tahang menyampaikan bahwa dari pesan SMS yang dikirimkan oleh pihak Kecamatan, yang diteruskan dari Dinas Kesehatan menyebutkan mengimbau kepada Kepala Desa dan Lurah untuk tidak lagi mengeluarkan SKTM.

"Hari senin pagi itu saya ke rumah Kepala Desa, Tapi diperlihatkan SMS nya Pak Camat kepada saya, katanya SKTM tidak ada lagi, karena data warga miskin masih menggunakan data tahun 2015. Jadi katanya percuma kau bawa surat ini ke kecamatan," ujar Tahang menirukan ucapan Kepala Desa Kepada Tribunjambi.com, pada Rabu (4/4).

Baca: Bingkai-bingkai dari Tangan Dingin Airinal di Pojokan Lampu Merah Makalam, Harga Mulai 300 Ribuan

Baca: BREAKING NEWS: Tiga Terdakwa OTT Dituntut 2 Tahun Enam Bulan Penjara

Halaman
123
Penulis: Zulkifli
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved