Mandiri Syariah Jambi Fokus ke Segmen Ritel
PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) Jambi fokus ke segmen ritel. Hal itu ditegaskan oleh Area Manager
Penulis: Fitri Amalia | Editor: Nani Rachmaini
Laporan wartawan Tribun Jambi, Fitri Amalia
TRIBUNJAMBI.COM - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) Jambi fokus ke segmen ritel. Hal itu ditegaskan oleh Area Manager Jambi Kemas Erwan Husainy pada pertemuan dengan media di Jambi, Rabu (4/4).
Untuk mendukung penumbuhan ke segmen ritel, Mandiri Syariah Jambi menyiapkan strategi, di antaranya bekerja sama dengan institusi pemerintah, pendidikan, dan kesehatan. Strategi tersebut mulai membuahkan hasil.
Dalam kondisi yang belum terlalu kondusif Mandiri Syariah Jambi sudah bisa mencatat pertumbuhan positif selama tiga bulan pertama tahun 2018.
Secara year to date (ytd), pembiayaan Mandiri Syariah Jambi tumbuh 4,5% dari Rp 1,36 triliun per posisi Desember 2017 menjadi Rp 1,42 triliun per posisi Maret 2018.
"Dari total pembiayaan tersebut, porsi terbesar masih di segmen konsumer dan haji dengan pertumbuhan 6,22 persen semula Rp1,01 triliun menjadi Rp1,07 triliun atau tumbuh sekitar Rp62 miliar selama tiga bulan pertama. Di segmen Konsumer ini, Mandiri Syariah Area Jambi saat ini mulai memasarkan pembiayaan kendaraan bermotor," jelasnya.
Untuk pembiayaan bermotor Mandiri Syariah bekerjasama dengan anak usaha Bank Mandiri lainnya yakni Mandiri Tunas Finance.
Kerja sama dengan multifinance membuat proses pembiayaan kendaraan bermotor lebih cepat dan simple. Margin yang ditawarkan pun kompetitif.
Sejalan arahan Otoritas Jasa Keuangan dan untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat Mandiri Syariah juga menumbuhkan pembiayaan produktif khususnya di segmen UMKM.
‘’Pembiayaan segmen mikro kami juga tumbuh,’’ kata Erwan.
Dia mengungkapkan, di segmen mikro banking, mandiri Syariah Area Jambi kurun Januari-Maret 2018 tumbuh 0,72% dari Rp 201 miliar menjadi Rp 202 miliar.
‘’Memang masih kecil pertumbuhannya karena tahun lalu di segmen ini kami masih konsolidasi untuk memperbaiki kualitas.’’
Segmen Mikro adalah pembiayaan dengan maksimal plafon Rp 200 juta.
Selain itu, Area Jambi juga memasarkan pembiayaan cicil gadai emas. Per triwulan I 2018, pembiayaan cicil dan gadai emas di area Jambi tumbuh 3,46% dari Rp 41,03 miliar menjadi Rp 42,45 miliar.
Secara total dana pihak ketiga (DPK) Mandiri Syariah Jambi per posisi Maret 2018 sebesar Rp 876 miliar atau naik 17% dibanding posisi Desember 2017 yang sebesar Rp 748,82 miliar.
"Adapun total asset per Febuari 2018 sebesar Rp1,43 triliun. BSM Jambi memiliki nasabah berdasarkan jumlah rekening sebesar 158.332," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/pertemuan-media-mandiri-syariah-jambi_20180404_204041.jpg)