Pedagang Bakso di Unja Ini Ikhlas Jadi Korban Medsos, Hasil Laboratorium Negatif

Adanya informasi pedagang bakso yang diduga menjual bakso daging babi yang dijual belikan di sekitar kawasan kampus Universitas Jambi

tribunjambi/muhammad ferry fadly
Hasil pengujian balai pengujian mutu dan sertifikasi produk hewan, terhadap sampel bakso diduga mengandung babi. 

Terpisah, Tarsyd Idrus, pedagang bakso yang diduga menjualnya dengan daging babi, mengatakan dengan adanya kejadian ini nama baiknya dicemarkan. Bahkan Idrus mengaku jika ia telah merasakan dampak sosial dari informasi bakso daging babi tersebut.

"Dampakyan sangat berat. Di Unja maupun di lingkungan saya. Tapi, kami tetap bertawaqal,” ujar Tarsyd saat dikonfirmasi wartawan di Mapolda Jambi, kemarin.

Kepada wartawan Tarsyd juga mengungkapkan jika ia merupakan orang yang mengerti agama, karena pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren. Bahkan dalam keterangannya Tarsyd juga sempat menyebut salah satu ayat di dalam Surat Al Baqarah.

“Saya sendiri dari berlantar belakang pendidikan agama, pesantren. Halal haram kami paham,” tegas Tarsyd.

Lebih lanjut Tarsyd mengatakan, meski harus menerima dampak sosial dari informasi yang beredar mengenai dagangannya, ia menerima hal tersebut apa adanya.

Baca: Pengendara Ojek Online Dirampok di Kawasan Langit Biru, Sempat Lakukan Perlawanan

Baca: Bank Jambi Cetak Laba Bersih Triwulan IV Rp 249 M, Tumbuh 45.88 Persen

Baca: Puluhan Hektare Permukiman Warga Terendam

"Mungkin ini sudah ditakdirkan. Insya Allah, kalau kita menerima dengan sabar, ada hikmahnya,” tuturnya.

Saat merilis hasil pemeriksaan sampel bakso tersebut, pihak Polda Jambi juga menghadirikan Ratumas Sherly selaku pelapor. Saat dikonfirmasi, Sherly mengakui jika ia yang telah membuat laporan, namun ia membantah sebagai orang yang memviralkan informasi dugaan bakso daging babi tersebut di medsos.

“Yang melaporkan saya. Tapi yang memviralkan bukan saya. Jujur, saya tidak tahu sampai sekarang siapa yang memviralkan,” kata Sherly, seraya mengatakan ia juga masih berusaha mencari tahu siapa yang memviralkan informasi tersebut di medos.

Halaman
123
Penulis: budi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved