Ujian Nasional

Untuk UNBK SMP, Masih Kurang 800 Komputer Lagi

Meskipun 1200 unit komputer sudah diantarkan ke sekolah untuk UNBK 2018, namun jumlah komputer tersebut sepertinya

Untuk UNBK SMP, Masih Kurang 800 Komputer Lagi
TRIBUN JAMBI/ROHMAYANA
Komputer untuk UNBK 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Meskipun 1.200 unit komputer sudah diantarkan ke sekolah untuk UNBK 2018, namun jumlah komputer tersebut sepertinya belum mencukupi agar sekolah tidak lagi meminjam dengan siswa untuk UNBK.

Diprediksi pemerintah masih harus menganggarkan sebanyak 800 unit lagi. Dana yang dibutuhkan sekitar Rp4,5 miliar lagi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Arman bahwa idealnya pelaksanaan UNBK di sekolah itu terdiri dari dua shif. Namun seluruh SMPN di Kota Jambi masih menggunakan 3 shif. Sebab masih adanya keterbatasan jumlah komputer di setiap sekolah.

Baca: Kunjungi Taman Rimba - Mengajar Tentang Hewan Berbahaya dan Menanamkan Empati Anak-anak

"Jadi untuk sementara beberapa sekolah juga masih meminjam komputer atau laptop siswa untuk memenuhi kebutuhan komputer yang masih kurang. Idealnya pelaksana UNBK itu 2 shift. Kalau untuk dua shift kita masih kekurangan 800 komputer tapi kalau untuk pelaksanaan 3 shif kita masih kekurangan 400 komputer lagi," kata Arman.

Dirinya berharap tahun depan masih dianggarkan, sehingga semua sekolah dan siswa tak perlu repot meminjam laptop.

Sementara menurut Boy Surau, Kepala Sekolah SMPN 24 bahwa tahun ini sekolahnya mendapatkan bantuan 50 unit komputer.

Namun jumlah tersebut masih kurang, karena ada 220 siswa yang akan mengikuti UNBK.

"Sebenarnya kebutuhan kita adalah 70 komputer. Namun kita mendapat bantuan sebanyak 50 komputer. Sehingga kita masih membutuhkan 20 komputer lagi dan untuk sementara 20 tersebut kita pinjam dari siswa," ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala SPMN 4 Kota Jambi, Budi Yanto. Dikatakannya, bahwa jumlah siswa kelas 9 di SMPN 4 yang akan mengikuti ujian nasional tahun 2018 ada sebanyak 349 siswa. Jumlah itu nantinya akan dibagi menjadi tiga sesi.

Baca: Pabrik Obat Ilegal di Malaysia Terbongkar, Beroperasi di Samping Peternakan Babi

Baca: Waspada! Gagal Ginjal Bisa Terjadi di Usia Muda, Ini 5 Penyebabnya

"Jadi total kami membutuhkan laptop atau komputer sebanyak 115 komputer, tapi idealnya 120, limanya untuk jaga-jaga jika ada kerusakan," katanya.

Namun pada tahun ini, pihaknya hanya mendapatkan bantuan sebanyak 70 komputer. Dirinya akan menyiasati dengan menggunakan laptop milik siswa dan juga sekolah. "Sudah kita siasati," katanya.

Penulis: Rohmayana
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved