Kerinci Target Produksi Ikan 6 Ribu Ton, 2 Ribu Ton Dipasok dari Luar

Pemerintah Kabupaten Kerinci menargetkan produksi ikan sebesar 6.000 ton di tahun 2018. Sedangkan tingkat konsumsi

Kerinci Target Produksi Ikan 6 Ribu Ton, 2 Ribu Ton Dipasok dari Luar
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Pemerintah Kabupaten Kerinci menargetkan produksi ikan sebesar 6.000 ton di tahun 2018. Sedangkan tingkat konsumsi cukup tinggi, setiap tahun kebutuhan ikan di Kerinci sebesar 8.000 ton. Kepala Dinas Perikanan Kerinci, Syafruddin mengatakan target ini realistis. Bila dinilai dengan uang rupiah sekitar Rp3 miliar.

"Pemkab targetkan produksi ikan di Kerinci 6.000 ton jika dihitung dengan rupiah sekitar Rp 3 miliar pertahun. Sedangkan kebutuhan ikan di Kerinci sekitar 8.000 ribu ton, kekurangan didatangkan dari luar," katanya.

Baca: Inilah Masjid Pertama di Jambi, Lihat Struktur Bangunannya

Dijelaskan Syafruddin, bahwa saat ini pertumbuhan kolam di Kerinci cukup tinggi, sehingga pertumbuhan produski juga meningkat. Saat ini produksi ikan perkapita antara 25 sampai 30 kg pertahun.

Saat ini tingkat pertumbuhan ikan, jika dirawat dengan baik, maka dalam 4 ekor ikan beratnya bisa 1 kg dalam waktu satu bulan. "Jika perawatannya bagus, kalau hitungan ekonomis masih untung dengan harga saat ini 25 ribu per kg, maka petani ikan sudah untung 10 ribu per/kg," terangnya.

Dikatakan Syafruddin, pihaknya juga mengembangkan ikan air tawar seperti ikan semah di beberapa titik lubuk larangan di Krinci. "Kita juga punya pengembangan ikan semah di beberapa lubuk larangan di Kerinci, untuk ikan semah pembibitannya ada di Koto Petai, kemudian kita sebar di beberapa desa di Kerinci yang punya lubuk larangan,"

Dinas Perikanan Kerinci mentargetkan sumber PAD sebesar Rp 120 juta dari penjualan bibit ikan. Angka ini mengalami kenaikan dari target PAD tahun 2017 yang hanya Rp 90 juta.

Baca: Operasi Antik Siginjai di Sarolangun - 16 Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Dibekuk

Baca: PT Sinar Sentosa Primatama Kenalkan PCX Big Skuter Matic, Harga Mulai Rp 27 Juta. Lihat Fiturnya

Syafruddin mengatakan, PAD Dinas Perikanan tahun 2017, melampaui target dan mendapat peringkat kelima penghasil PAD terbesar dari 13 SKPD. "Karena target tahun 2017 over, maka tahun 2018 ini dinaikkan menjadi Rp 120 juta.

Dia menambahkan, TP BBI Kerinci menjadi naik menjadi TP A yang sebelumnya TP B. Ini menandakan kebutuhan bibit ikan di Kerinci terpenuhi. "Untuk kebutuhan anak ikan kita mencukupi, tahun ini kita berusaha mendapatkan 600 ribu ekor bibit ikan untuk memenuhi target PAD," tandasnya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved