Seminggu Lebih Mimisan, Remaja Datangi IGD RSUD, Ternyata Penyebabnya Bikin Jijik dan Merinding

Kemudian pemeriksa berusaha mengambil benda yang bergerak tersebut dengan menggunakan semacam alat

Seminggu Lebih Mimisan, Remaja Datangi IGD RSUD, Ternyata Penyebabnya Bikin Jijik dan Merinding
pixabay.com

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dr. Bobie Rolando T menjelaskan penyebab dari epiktasis atau mimisan. Ia mengatakan berdasarkan Jurnal Kesehatan Andalas tahun 2012, penyebab dari epiktasis dapat dibagi atas faktor lokal dan faktor sistemik.

Yang masuk dalam faktor lokal seperti trauma nasal/hidung, obat semprot hidung/nasal spray yang digunakan secara terus menerus, terutama golongan kortikosteroid dimana dapat menyebakan epiktasis intermitten akibat kerusakan epitel kavum nasi, kelainan anatomi seperti deviasi septum.

“Faktor lokal selajutnya adalah tumor intranasal atau sinonasal, iritasi zat kimia seperti penggunaan narkotika, kokain atau pemakaian dekongestan topical serta iritasi karena pemakaian oksigen,” jelasnya.

Sedangkan yang termasuk dalam faktor sistemik seperti efek samping penggunaan obat-obatan anti koagulan (heparin, warfarin) dan antiplatelets (aspirin, clopidogrel) juga kegagalan fungsi organ seperti uremia dan sirrosis hepatis.

“Faktor sistemik lainnya seperti artherosklerosis, hipertensi dan alcohol, juga kelainan hormonal seperti kelebihan hormon pertumbuhan,” lanjutnya.

Untuk kasus mimisan atau epiktasis karena benda asing contohnya pasien anak umur 14 tahun datang ke IGD RSUD dengan keluhan hidung mengeluarkan darah hampir seminggu lebih.

Pasien mengatakan kalau darah keluar secara tiba-tiba dan tidak ada riwayat sakit apapun sebelumnya.

Pada saat diperiksa dengan menggunakan spekulum hidung (alat untuk melihat bagian dalam hidung), pemeriksa melihat ada benda bergerak di dalam hidung pasien.

Kemudian pemeriksa berusaha mengambil benda yang bergerak tersebut dengan menggunakan semacam alat penjepit (aligator hidung).

Setelah diambil ternyata benda tersebut sejenis pacet yang hidup dengan menghisap darah.

Kemudian hidung pasien dipasang tampon sementara dan diberi obat antibiotik dan analgetik/penghilang rasa sakit. Pasien juga disarankan ke dokter Spesialis THT untuk kontrol lebih lanjut.

Berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh anak tersebut, keluhan mulai terasa di daerah hidung setelah pasien berenang di sungai bersama teman-temannya. (cul)

Tags
Mimisan
Penulis: Nurlailis
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved