Probosutedjo Lawan Penyakit Ini Selama 20 Tahun, Ini Cara Mengenali Kanker Tiroid
Adik Presiden ke-2 RI Soeharto, Probosutedjo ternyata telah menderita penyakit cukup lama. Hal ini diungkapkan oleh Rindang Sari
TRIBUNJAMBI.COM, MENTENG - Adik Presiden ke-2 RI Soeharto, Probosutedjo ternyata telah menderita penyakit cukup lama.
Hal ini diungkapkan oleh Rindang Sari Kurniawati, anak keempat Probosutedjo.
"Beliau memang sudah berjuang melawan kanker selama 20 tahun terakhir," ujar Wati, panggilan Rindang Sari Kurniawati, di rumah duka di Jalan Diponegoro nomor 20-22, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/3/2018).
Ketika dikonfirmasi mengenai penyakit kanker yang diderita almarhum, Wati mengatakan dengan nada lirih.
"Kanker Tiroid," ungkap dia.
Ia juga memastikan almarhum akan dimakamkan di Kemusuk, Bantul, Yogyakarta.
Wati juga mengatakan alasan dimakamkannya almarhum disana lantaran karena itu merupakan tempat kelahiran ayahnya.
Baca: Jokowi Sempatkan Hadiri Resepsi Pernikahan Pradista Putra, Siapa Dia?
"Iya dimakamkan di Kemusuk, karena tempat kelahiran bapak. Disana juga ada makam keluarga," imbuh Wati.
Sebelumnya, Probosutedjo dikabarkan meninggal dunia pada pagi hari ini, pukul 07.10 WIB di RSCM, Jakarta Pusat.
Baca: Usai Ribut Soal Undangan Pernikahan Anak Jokowi yang Dijual Rp 25 Juta, Pria Ini Bikin Ulah Lagi
Baca: Sekeluarga Merana Gara-gara Donald Trump, Nekat Pindah Malah Diancam Bunuh
Pesinetron Rachel Amanda Terserang Tumor Tiroid
Sebelumnya, Rachel Amanda mengatakan jika dirinya pernah mengidap kanker tiroid.
Namun baru mencapai tahap awal, kanker tersebut berhasil disembuhkan.
Diketahui, bintang sinetron Rachel Amanda (22) terserang tumor tiroid yang baru diketahui pada tahun 2014 lalu.
Setelah operasi ternyata serangan tumor itu masih berlanjut hingga kini.
Manda, sapaan bintang film 'Heart', 'I Love You Om', dan 'Kata Maaf Terakhir' ini menjelaskan, tidak ada pantangan makanan yang dihadapinya.
Ia hanya mengurangi mengkonsumsi makanan seafood.
"Mungkin aku jadi sadar diri aja sih. Jadi maksudnya kayak nolak atau cuma suggest aku, cuma agak ngurangin seafood gitu. Karena seafood kalau untuk aku itu buat masalah tiroid tinggi," kata Rachel Amanda ketika ditemui disela-sela acara press junket dan launcing Festival Film Indonesia di Sofia Restauran Gunawarman, Kebayoran Baru, Senin (21/8/2017) malam.
"Aku ngurangin seafood juga karena kemarin aku keracunan odium gitu, jadi kurang-kurangin makan seafood deh," sambungnya.
Akan tetapi, mengaku kesehatannya jadi lebih baik karena mengurangi konsumsi makanan seafood.
Selain itu, Manda menjelaskan bahwa tumor tiroid yang dideritanya berada disebelah kanan dan sudah diangkat setelah menjalani operasi kala itu.
"Aku ada tumor tiroid dan akhirnya dioperasi pada saat itu. Karena takut tumor itu ganas, ternyata tumor itu jinak. Tiroid kan ada dua bentuknya ada kiri dan kanan. Tumorku ada di sebelah kanan," ucapnya.
Baca: Sudah Cantik, YouTubers Ini Lakukan Operasi Plastik Bagian Mata, Hasilnya Malah Dibilang Alien
"Dua-duanya diangkat itu karena kebihakan dokter padahal sebenarnya salah satu ditinggalin. Karena dokter takut tumornya ganas dan nyebar ke kiri akhirnya dua-duanya diambil," tambahnya.
Setelah menjalani operasi, rupanya baru ketahuan bahwa Manda menderita kanker kapilarit dan masih sangat awal.
"Ternyata tumornya jinak tapi pas di cek sebelah kiri, sudah ada anak sel. Jadi disitu aku ketahuan kanker memang tapi masih namanya kanker kapilarit dan itu step yang sangat awal. Jadi dokter pun ambil tindakan sekali terus kelar. Tiroid ini memang tipe yang paling jinak," ujar Rachel Amanda.
Begini Cara Mengenali Kanker Tiroid
Meski kerap terjadi, jenis kanker tiroid nyatanya jarang diketahui orang.
Kanker tiroid adalah kanker yang menyerang kelenjar tiroid yang merupakan kelenjar terbesar di tubuh manusia yang menghasilkan hormon tiroid.
Hormon tiroid atau yang juga sering disebut kelenjar gondok sendiri berfungsi untuk menghasilkan hormon tiroksin yang berguna untuk meningkatkan metabolisme tubuh.
Fungsi lain adalah mengatur metabolisme zat gizi (karbohidrat, lemak, protein), membantu pertumbuhan tulang dan saraf, serta membantu tubuh menghasilkan panas.
Gejala kanker ini kebanyakan terlihat pada munculnya benjolan di leher yang disebabkan oleh membengkaknya kelenjar tiroid.
Namun pada beberapa kasus, benjolan ini tak terlihat.
Untuk, memastikan ada atau tidaknya kanker, dr. Dante Saksono H., SpPD-KEMD., PhD, spesialis endokrinologi, menyarankan untuk meraba bagian leher.
“Coba raba kelenjar di leher, caranya dengan meraba leher di depan cermin, telan ludah, lalu rasakan kalau ada yang bergerak dari bawah ke atas,” terang dr. Dante Saksono H., SpPD-KEMD., PhD.
Baca: Pengawas SPBU Tempat Serena Diisi Pertalite 78,1 Liter Curiga Pengemudi Tak Mau Cek Tangki
Baca: Ingat Video Viral Pelecehan Perawat RS ke Pasiennya di Surabaya? Ini Jeritan Istrinya Minta Keadilan
Deteksi dini dengan cara raba, telan, dan rasakan sendiri bisa dilakukan untuk melihat benjolan di leher sehingga memungkinkan untuk mempercepat penyembuhan dengan pengobatan yang tepat.
Perlu diwaspadai juga apabila terdapat benjolan di leher yang ditandai dengan rasa nyeri pada saat menekan leher.
Selain itu, gejala lain kanker tiroid yakni ditandai dengan perasaan gelisah, sulit tidur, badan mudah berkeringat, gondok membesar, berat badan menurun drastis, diare, tangan gemetar hingga gangguan menstruasi.
Sayangnya deteksi dini tersebut tak cukup untuk mendeteksi kanker tiroid lebih akurat, seperti yang dijelaskan oleh dokter dari Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Jakarta ini.
Untuk lebih akuratnya, dapat dilakukan ultrasonografi tiroid (USG tiroid).
Disebutkan, bahwa munculnya kanker tiroid umumnya tidak dirasakan karena memang tidak mengganggu.
Beberapa penyebab dan faktor risiko kanker tiroid antara lain pengaruh diet dan lingkungan, hormon seks, paparan radiasi terhadap kelenjar tiroid pada masa kanak-kanak, umur, perempuan, serta adanya riwayat keluarga.
"Perempuan cenderung lebih rentan terkena kanker tiroid dibandingkan dengan laki-laki. Kemungkinan besar ini karena hormon perempuan yang lebih fluktuatif dibandingkan dengan pria," ujar Prof. Dr. Johan S. Masjhur, Sp.PD-KEMD, Sp.KN, Ketua Kelompok Studi Tiroid Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI).
Dijelaskan pula bahwa kanker tiroid pertumbuhannya tidak seganas seperti kanker payudara atau kanker serviks.
Dalam beberapa kasus, tingkat kesembuhan penderita kanker tiroid juga tinggi. (Tribunnews.com/Nova)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/26032018_prabosutedjo-dan-soeharto_20180326_163345.jpg)