Akibat Unggahan Bakso Babi di Media Sosial, Sherly Dihujat dan Disebut Ingin Tenar dan Fitnah

Setelah hasil laboratorium diunggah di media sosial, dan Sherly sudah beberapa kali mendapatkan ujaran kebencian.

Akibat Unggahan Bakso Babi di Media Sosial, Sherly Dihujat dan Disebut Ingin Tenar dan Fitnah
Tribun Jambi/Rohmayana
Fakultas Peternakan Unja. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Beredarnya isu bakso daging babi yang dijual pedagang bakso di Kawasan Universitas Jambi beberapa hari ini, tidak membuat Ratumas Sherly Dwijayanti merasa takut. Mahasiswa program S-2 jurusan produksi ternak Fakultas Peternakan Unja melapor ke polisi itu tetap tenang.

Menurutnya, yang sudah dia buktikan bukanlah berita bohong, melainkan berdasarkan fakta sebenarnya dan sesuai dengan hasil uji laboratorium.

Setelah hasil laboratorium diunggah di media sosial, dan muncul di media cetak dan elektronik, Sherly sudah beberapa kali mendapatkan ujaran kebencian.

"Saya dibilang fitnah, dan ingin tenar. Bagi saya tidak apa, yang penting apa yang saya bilang bukanlah berita bohong dan sesuai dengan kenyataannya," kata Sherly.

Dia juga tidak mengetahui siapa orang yang mengunggah hasil uji laboratorium bakso yang mengandung daging babi tersebut. "Jadi bukan saya yang mencemarkan nama baik, tujuan saya hanya ingin agar bakso yang mengandung daging babi tidak beredar lagi di Jambi," katanya.

Baca: Wow, Endah Bongkar Rahasia Keluarga Bersama Rhesa, Endah N Rhesa Tampil di Jambi, Ternyata

Baca: Masih Ingat Kisah Mereka Berdua, Kini Sang Pria Telah Move On dari Hidup Sedihnya Bersama Pacar

Dengan adanya kejadian ini, Sherly juga berharap mahasiswa khususnya lebih kritis lagi dalam menanggapi hal ini. Apalagi kejadian ini terjadi di area sekitar kampus. "Semuanya tentu kaget dengan kejadian ini, tapi ini bisa dijadikan pelajaran agar lebih berhati-hati lagi dalam memilih jajanan di luar," katanya.

Sherly sangat mendukung upaya pemerintah dan kepolisian yang akan menguji daging bakso tersebut. Dia juga meminta pemerintah tidak menguji pada satu laboratorium saja. Sehingga hasil yang didapatkan benar benar jelas dan pasti.

Laporan bakso mengandung daging babi
Laporan bakso mengandung daging babi ()

"Kalau bisa bukan hanya pedagang bakso itu saja, melainkan semua pedagang bakso yang ada di Jambi. Supaya masyarakat merasa nyaman dan tahu mana yang menggunakan B2 dan tidak," katanya.

Dari kejadian ini, dia juga bersyukur karena sejak November 2017 melakukan uji laboratorium selalu didukung oleh pihak kampus. "Apalagi, ketika mengalami kecurigaan bahwa daging bakso yang sedang saya teliti mengandung daging babi," ujarnya.

"Untuk menguji apakah itu daging babi atau bukan biayanya kan mahal jadi saya dibantu oleh pihak kampus. Alhamdulillah saya juga dapat beasiswa S-2 sebesar Rp 15 juta saat saya akan mengajukan judul tesis," katanya.

Baca: VIDEO: Sardines Bercacing Ditemukan di Batanghari, Lihat Penampakannya dalam Video

Baca: Kapolri Buka Rahasia Kapolda Jambi, Ternyata Brigjen Pol Muchlis AS Sewaktu Taruna Merupakan

Penulis: Rohmayana
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved