Daftar Update Harga TBS Periode 23-29 Maret, Turun Karena Pengaruh Panen Raya
Pengaruh panen raya kedelai dan matahari juga mempengaruhi penurunan saat ini, karena di Eropa tidak hanya minyak sawit
Penulis: Fitri Amalia | Editor: bandot
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Fitri Amalia
TRIBUNJAMBI.COM - Harga TBS periode 23-29 Maret 2018 menurun sebesar Rp 12.
Berdasarkan hasil rapat penetapan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit untuk periode ini ditetapkan Rp 1754,56 untuk umur tanam 10-20 tahun, dengan indeks K 89,50 persen.
Menurut Ketua Apkasindo, Roy Asnawi, penurunan sawit kali ini masih terbilang normal.
"Penurunan ini masih normal, penurunan terjadi karena situasi pasar, kemungkinan juga cadangan masih banyak," jelasnya, Kamis (22/3).
Ia juga mengatakan, pengaruh panen raya kedelai dan matahari juga mempengaruhi penurunan saat ini, karena di Eropa tidak hanya minyak sawit, banyak jenis minyak nabati lain yang beredar.
Harga rata-rata CPO untuk periode ini juga menurun menjadi Rp. 7697,72 pada periode ini. Harga rata-rata kernel juga turun menjadi Rp 5242,79.
Pada periode ini harga umur tanam 3 tahun Rp 1374,50, umur 4 tahun Rp 1463,11, umur tanam 5 tahun Rp 1530,78, dan umur tanam 6 tahun Rp 1595,00.
Untuk umur tanam 7 tahun naik Rp 1635,30 umur tanam 8 tahun Rp 1669,68 dan umur tanam 9 tahun Rp 1702,81.
"Umur tanam 10-20 tahun yang paling baik, sebesar Rp 1754,56, umur tanam 21-24 tahun Rp 1701,23 dan umur tanam 25 tahun sebesar Rp 1.622,19," katanya.
Hal senada juga dikatakan oleh Kasi Pemasaran Hasil Perkebunan Provinsi Jambi, Darmawan. Ia mengatakan, harga sawit memang menurun tetapi penurunan ini masih dianggap normal.
Ia menjelaskan penurunan karena permintaan berkurang dari pasar luar negeri. Saat ini di Eropa sedang panen raya kacang kedelai.
"Harga sawit turun Rp 11,54 tetapi penurunan sedikit sekali, penurunan harga dikarenakan permintaan berkurang dari pasar luar negeri karena di Eropa kacang kedelai sedang panen raya," jelasnya.
Ia juga mengatakan produksi TBS pekebun sudah mulai normal hanya harga saja yang turun.
"Walau sedang panen raya di Eropa, produk kita tidak kalah saing dengan produk nabati lain, hanya ada peralihan dari minyak sawit ke minyak nabati jenis lain di Eropa," ujarnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20150917_sawit_20150917_234316.jpg)