Bisa Dipidana, Panwaslu Berang Lantaran KPU Coret 80 Ribu Pemilih

"Hak pemilih itu dilindungi undang-undang, tidak bisa main coret saja," ujar Ari. Menurut dia,

Bisa Dipidana, Panwaslu Berang Lantaran KPU Coret 80 Ribu Pemilih
TRIBUNJAMBI/ANDIKA ARNOLDY
Panwaslu Kota Jambi gelar sosialisasi tatap muka dengan stakeholder di Provinsi Jambi, Kamis (16/11/2017). 

Laporan wartawan Tribun Jambi, Andika Arnoldy

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Panitia Pengawas Pemilihan Umum atau Panwaslu Kota Jambi berang. Pasalnya, ada lebih dari 80 ribu pemilih tak diakomodir sebagai pemilih alias dicoret.

Ketua Panwaslu Kota Jambi, Ari Juniarman, mengatakan pihaknya keberatan dengan sikap KPU yang mencoret pemilih. Padahal, menurutnya, hal itu masih perlu pendalaman lagi.

"Hak pemilih itu dilindungi undang-undang, tidak bisa main coret saja," ujar Ari, kepada tribunjambi.com.

Menurut Ari, pihaknya akan melakukan uji petik terkait keputusan KPU ini. Dari sana akan terlihat jumlah pemilih yang harus diakomodir.

"Jika terbukti ada salah, kita minta KPU segera memperbaiki data tersebut karena menghilangkan hak pilih bisa dipidana," ujarnya.

Baca: Lyra Virna Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik, ADA Tour Malah Mengapresiasi

Baca: Ini 5 Orang TKI yang Dieksekusi Mati Tanpa Pemberitahuan Resmi ke Indonesia

Baca: Memanas, Calon Mulai Saling Serang Basis Lawan, Jelang Pilwako Jambi 2018

Penulis: andika
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved