Menilik Hantu di Istana Kepresidenan Hingga Barang-barang Antik yang Kental dengan Ragam Mitos

Semua itu berpuncak ketika pada Maret 2011 saya ditunjuk oleh Sekretariat Negara menjadi narasumber-ahli Panitia Uji Petik, yang tugasnya

Menilik Hantu di Istana Kepresidenan Hingga Barang-barang Antik yang Kental dengan Ragam Mitos
Istana Bogor yang menyimpan banyak koleksi seni | kemdikbud 

Ketika disuguhkan, seolah ada bendera yang berkibar di atas meja. 

Jenis makanan yang paling dibanggakan oleh semua Istana Presiden RI adalah lodeh dengan aksentuasi rebung dan irisan tempe. Dalam berbagai  acara, lodeh bersantan encer ini selalu disajikan, dan selalu diperkenalkan eksistensinya. 

Biasanya pelayan Istana akan bilang, “Ini lodeh yang paling disukai oleh Presiden Sukarno.” Syahdan dulu Bung Karno ikut intervensi dalam meracik resep lodeh yang memang sangat sedap ini. Pada kurun-kurun berikutnya koki-koki Istana diwarisi resep lezat itu, untuk dilestarikan serta diangkat jadi ikon suguhan. 

Selain lodeh, makanan yang tak henti diagulkan adalah sayur pakis. Lagi-lagi pelayan bilang, “Dulu kabarnya Bung Karno hilang bludreknya bila ketemu dengan sayur pakis ini.” Semasa menginap di Istana-istana itu saya tak pernah menjumpai suguhan makanan ala barat. 

Agaknya semangat Bung Karno yang anti imperialisme dan kolonialisme Barat masih saja melekat! 

Baca: Pemkot Jambi Akan Tambah Taman dan Tempat Sampah

Menyebut Istana Presiden dan makanannya, pasti yang terpikir adalah kuliner berkelas tinggi. Padahal jajanannya kelas Marhaen yang dibeli di pasar tradisional, seperti wajik, bugis, nagasari, marning jagung. 

Ketika bertugas di Istana Yogyakarta kami bertemu dengan sehampar hari Minggu. Pada hari itu juru masak Istana tidak bertugas, sehingga untuk sarapan panitia terpaksa beli nasi gudeg  bungkus di pinggir Malioboro, yang dengan Rp.6.000,- sudah komplet pakai telor. 

Mungkin karena ditaruh di piring berlogo garuda, gudeg rakyat itu rasanya seperti rijstafel Jenderal HM. De Kock! Siangnya kami digiring ke warung tradisional berlantai tanah di dalam kampung, yang dapurnya masih menggunakan kayu bakar. 

Mungkin ada yang membayangkan bahwa peralatan dan perabotan di Istana-istana Presiden itu mewah, anggun mengilap. Bayangan itu jauh dari kenyataan. Meja, kursi, ranjang, sampai lemari penginapan utama Istana Presiden umumnya berukiran Jepara dengan kualitas sedang. 

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved