Hampir 100 Persen, Peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kota Jambi 94,65 Persen

"Alhamdulillah, tahun 2018 ini, yang sudah mencapai target Nasional adalah Kota Jambi, yaitu sebanyak 94,65 persen..."

Tribun Jambi/Fitri Amalia
BPJS Kesehatan Jambi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pada 2018, Kota Jambi telah mencapai target nasional sebesar 94,65 persen untuk target Jaminan Kesehatan Nasional.

"Alhamdulillah, tahun 2018 ini, yang sudah mencapai target Nasional adalah Kota Jambi, yaitu sebanyak 94,65 persen, ini khusus Kota Jambi. Kota Jambi satu-satunya kabupaten atau kota di Provinsi Jambi yang mencapai target nasional. Di Indonesia, ada 11 Kota yang masuk target nasional dan salah satunya Kota Jambi," jelas Anggi, Staf Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Jambi, Kamis (8/3).

Target pemerintah pusat untuk 2019, seluruh penduduk Indonesia kesehatannya bisa terjamin melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Walaupun target tidak mencapai 100 persen, yang diamanatkan oleh Presiden Indonesia, paling tidak 94 persen dari total penduduk.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24/2011, seluruh penduduk Indonesia wajib memperoleh jaminan sosial. Luasnya wilayah Indonesia menjadi suatu tantangan dalam mewujudkan pemerataan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk mewujudkan universal health coverage.

Dia mengatakan menurut data per Desember 2017, sebanyak 572.428 peserta yang memiliki Kartu BPJS dari 604.772 penduduk Kota Jambi. Untuk Kabupaten yang paling rendah cakupan kepesertaan Kartu BPJS di Provinsi Jambi, yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Persentase kepemilikan BPJS di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebesar 50,82 persen.

Baca: Astaga, Pacar Dijadikan Taruhan, Pemenang Balap liar di Jalan Jalur Sutera Hadiah Wanita

Baca: Lakukan Aksi Ini, Syahrini Bisa di Penjara 18 Bulan, Netter Panas-panasi Agar Ditangkap

Hal tersebut karena adanya pengaruh letak geografis, yaitu letak desa yang jauh dari akses BPJS Kesehatan.

"Kita juga selalu melakukan sosialisasi untuk kecamatan yang ada di Kabupaten," tuturnya.

Selain sosialisasi, salah satu upaya yang dilakukan untuk menjangkau desa yang jauh dari Kantor BPJS adalah membuat desa SWA-JKN.Program SWA JKN bertujuan untuk menjaring masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil di Jambi atau bahkan wilayah kota yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Pertama kali diterapkan di Tanjung Jabung Barat, tepatnya di Desa Tebing Tinggi.

Baca: Jadi Pembicaraan Netizen, Analisis Gestur Presiden Jokowi dan Agus Yudhoyono saat Jabat Tangan

Penulis: fitri
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved