Warga Minta Dipercepat Pengaspalan Jalan Tanco

Sejumlah masyarakat Tanah Cogok (Tanco) yang melintasi jalan Koto Salak-Koto Petai, Kecamatan Danau Kerinci, menjadi keluhan

Penulis: hendri dede | Editor: Nani Rachmaini

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Sejumlah masyarakat Tanah Cogok (Tanco) yang melintasi jalan Koto Salak-Koto Petai, Kecamatan Danau Kerinci, menjadi keluhan setiap pengendara baik roda dua maupun roda empat.

Pasalnya jalan yang penghubung masyarakat Tiga desa yakni Desa Koto Tuo Ujung Pasir, Ujung Pasir, Koto Petai untuk menuju ke pusat kecamatan mengalami rusak parah. Bahkan, kondisi jalan telah putus akibat selalu terendam air.

"Sudah lama jalan ini rusak, saat ini sudah semakin parah, karena jalan sudah hancur putus, kalau saya lewat jalan ini harus pelan-pelan karena sudah berlubang seperti kubangan," kata Ade seorang warga Ujung Pasir, Selasa (6/3).

Kondisi jalan tersebut diperparah dengan tidak adanya box culvert untuk mengaliri air sehingga mengakibatkan air melintasi jalan aspal.

"Ditepi (Pinggir, red) dak ado Irigasi dan box culvert-nyo, jadi air meluap ke jalan," bebernya.

Dia menyebutkan, jalan tersebut rusak sudah cukup lama, namun hingga saat ini tidak kunjung diperbaiki dan penimbunan dari pemerintah kabupaten Kerinci.

Padahal, jalan tersebut merupakan jalan kabupaten.

"Jalan yang mulai rusak dari Koto Tuo Ujung Pasir, sampai ke Koto Iman, kalau jalan dari Semerah sampai ke batas Koto Tuo Ujung Pasir sudah diperbaiki tahun 2017 lalu. Warga sangat berharap kepada pemerintah untuk segera pengaspalan, paling tidak dilakukan menimbun sementara jalan yang berlubang," harapnya.

Sedangkan kepala BP4D Kerinci, Yanizar, mengatakan sesuai dengan yang telah tertuang dalam RPJMD Kerinci membangun sesuai skala prioritas.

"Untuk tahun ini Kerinci kebagian DAK Rp 17,5 Miliar, khusus untuk pembangunan infrastruktur," ungkapnya.

Dana DAK tersebut, lanjutnya bagi pembangunan tiga ruas jalan, di antaranya ruas Jalan Semerah ke Desa Koto Iman Rp 5 Miliar, ruas jalan Hiang ke Pungut Rp 10 miliar dan terakhir ruas jalan Belui tinggi hingga Sungai Bermas Rp 2,5 miliar yang selama ini dalam kondisi rusak dan dikeluhkan warga.

"Mari sama-sama kita awasi pelaksanaannya, sehingga hasil dan pelaporannya baik. Nantinya kita akan mendapat reward terhadap peningkatan DAK Infrastruktur jalan pada tahun depan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved