Breaking News:

Inilah Para Gembong Penjahat Yogyakarta yang Jadi Pengawal Bung Karno dan Disebut 'Barisan Terate'

Mereka menjadi para pejuang tangguh dalam berbagai pertempuran di Jawa dan terwadahi dalam Barisan Macan Putih dan Barisan Macan Hitam.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Bung Karno 

Hasil gemblengan para sampah masyarakat itu ternyata berhasil.

Baca: Verrel Bramasta Muda, Ganteng dan Bergelimang Harta, Ternyata Dari 7 Hal Inilah Sumber Kekayaannya

Baca: Skuad Pep Guardiola di Manchester City Dekati Gelar Juara Liga Inggris

Ilustrasi para pejuang Kemerdekaan RI.
Ilustrasi para pejuang Kemerdekaan RI. (Ist)

Mereka menjadi para pejuang tangguh dalam berbagai pertempuran di Jawa dan terwadahi dalam Barisan Macan Putih dan Barisan Macan Hitam.

Seusai Perang Kemerdekaan Kolonel Moestopo yang juga seorang dokter gigi dan pendidik ternyata terus menggembleng mantan personel Barisan Macan Putih dan Macan Hitam itu dalam dunia pendidikan.

Salah seorang di antaranya bahkan berhasil meraih gelar doktor. Sedang Kolonel Moestopo sendiri berhasil meraih pangkat hingga Mayor Jenderal dan bergelar akademik Profesor Doktor.

Baca: Hasil Liga Spanyol, Barcelona Tekuk Atletico Madrid dengan Skor 1-0, Buat Barca Makin Jauh Bercokol

Baca: CPNS 2018 Buka 200 Ribu Lowongan, Tiga Formasi Ini yang Paling Banyak Dibutuhkan, Kamu Termasuk?

Kisah lain menyebutkan, Pada tanggal 3 Januari 1946, sebuah peristiwa bersejarah tercipta. Saat itu, sekelompok pemuda yang selama ini secara sukarela mengawal dan melindungi Presiden Soekarno menjadi saksi sekaligus pelaku sebuah operasi penyelamatan berlangsung.

Mantan pengawal Bung Karno, Mayjen TNI (Purn) Sukotjo Tjokroatmodjo dalam buku 70 Tahun Paspampres mengisahkan, pada akhir tahun 1945 kondisi di Jakarta kian tak kondusif. Kelompok pro-kemerdekaan dan kelompok pro-Belanda saling serang.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved