2 Auditor Utama BPK akan Divonis, Sebelumnya Jaksa KPK Tuntut 15 Tahun Penjara

Uang tersebut diduga diberikan dengan maksud agar Rochmadi menentukan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

2 Auditor Utama BPK akan Divonis, Sebelumnya Jaksa KPK Tuntut 15 Tahun Penjara
Auditor Utama BPK Rochmadi Saptogiri di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (12/2/2018).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Auditor Utama Keuangan Negara III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rochmadi Saptogiri dan Kepala Sub Auditorat III Auditorat Keuangan Negara BPK Ali Sadli akan menghadapi vonis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (5/3/2018).

Sebelumnya, Rochmadi dituntut 15 tahun penjara oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut jaksa, Rochmadi terbukti menerima suap Rp 240 juta dari pejabat Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Uang tersebut diduga diberikan dengan maksud agar Rochmadi menentukan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kemendes tahun anggaran 2016.

Selain itu, Rochmadi juga dinilai terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp 1,7 miliar. Kemudian, Rochmadi dianggap terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang. Hal itu untuk menyamarkan asal-usul harta benda yang diperoleh dari tindak pidana korupsi.

Sementara itu, Ali Sadli dituntut 10 tahun penjara. Menurut jaksa, Ali bersama Rochmadi terbukti menerima suap Rp 240 juta dari pejabat Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Selain suap, Ali juga dinilai terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp 9,8 miliar. Jumlah itu lebih kecil dari jumlah penerimaan gratifikasi yang sebelumnya diduga sebesar Rp 10,5 miliar dan 80.000 dollar Amerika Serikat.

Menurut jaksa, Ali bisa membuktikan bahwa dari jumlah tersebut, sebesar Rp 1,7 miliar berasal dari pendapatan yang sah. Sedangkan sisanya merupakan gratifikasi.

Selain itu, menurut jaksa, uang Rp 9,8 miliar tersebut juga terbukti disamarkan oleh Ali Sadli. Dengan demikian, dakwaan pencucian uang juga terbukti pada diri Ali Sadli.

Selain tuntutan pidana penjara dan denda, Ali juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 325 juta. Apabila satu bulan setelah putusan inkrah uang belum dibayar, maka harta benda miliknya akan disita untuk dilelang. Namun, apabila jumlah harta tidak mencukupi, akan diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun. (Abba Gabrillin)

Berita ini telah tayang di kompas.com dengan judul Dua Auditor BPK Hadapi Vonis Hakim

Baca: Kapolda Jambi Optimistis Pilkada Berlangsung Lancar dan Aman, Sudah Temui Tetua Adat

Baca: Inilah Para Gembong Penjahat Yogyakarta yang Jadi Pengawal Bung Karno dan Disebut Barisan Terate

Baca: Sebuah Mobil Grand Livina Terbakar di Dekat Bandara Lama

Editor: duanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved