Warga Sungai Penuh Kehilangan Air 50 Persen, Wako AJB Minta PDAM Terus Bertumbuh

AJB juga turut menyaksikan secara langsung dan ikut menandatangani komitmen bersama karyawan PDAM ...

Tribun Jambi
Pemerintah Kota Sungai Penuh mengganti PDAM Tirta Sakti menjadi PDAM Tirta Khayangan. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendridede Putra

TRIBUNJAMBI COM, SUNGAIPENUH - Wali Kota Sungai Penuh, Asafri Jaya Bakri (AJB), terus bergerak secara serius dan teratur dalam mendorong segera beroperasinya BUMD PDAM Tirta Khayangan pasca penyerahan aset dari PDAM Tirta Sakti Kerinci.

Usai melantik Direktur utama PDAM Tirta Khayangan yang dipercayakan kepada Hamdani, kali ini dia menyambangi kantor unit PDAM Tirta Khayangan di Simpang Tiga Hamparan Rawang. Itu dalam rangka menyerahkan Surat Keputusan (SK) tentang penempatan karyawan PDAM Tirta Khayangan, Kamis (1/3).

AJB juga turut menyaksikan secara langsung dan ikut menandatangani komitmen bersama karyawan PDAM yang berisi tekad menjadikan PDAM Tirta Khayangan sebagai perusahaan yang mandiri, sehat dan berintegritas dalam melayani pelanggan.

Dalam arahannya di hadapan karyawan PDAM Tirta Khayangan, AJB mengungkapkan komitmen dan keseriusan Pemkot Sungai Penuh dalam mewujudkan pendirian perusahaan air minum milik sendiri.

"Pada Tahun 2018 ini Pemkot telah mengucurkan dana Rp 1 M untuk biaya operasional Tirta Khayangan, ini adalah bentuk keseriusan kita mengembangkan perusahaan satu satunya yang ada di Kota Sungai Penuh,"kata Wako.

Ditambahkan AJB, air adalah sumber kehidupan. Karyawan/i yang bertugas pada PDAM Tirta Khayangan harus mampu mengembangkan perusahan ini dengan baik.

Baca: Makin Seru, Tersangka Kasus E-KTP Tambah 2 Orang, Ini Peran 8 Tersangka di Proyek Jutaan Dollar AS

Baca: Sadis Lingkaran Setan Kasus 12 Miliar yang Menjerat Angela Lee Rp, Model Bisnisnya Kayak Gini Sih

"Ada 87 orang karyawan merupakan pondasi atau peletak batu pertama perusahaan ini. Apabila pondasi ini berdiri tegap perusahan ini akan maju, artinya maju mundurnya PDAM Tirta Khayangan tergantung dari bapak/ibu karyawan semua,"tegasnya.

AJB menambahkan bahwa lebih kurang 1700 sambungan air yang masuk kerumah masayarakat di Kota Sungai Penuh tidak bisa menaikkan profit PDAM, hal ini dikarenakan banyak pipa yang sudah tua dan bocor serta sambungan illegal sehingga pasokakan air menjadi berkurang.

“Masyakat Kota Sungai Penuh kehilangan air 50 persen, ini adalah tantangan bagi PDAM Tirta Khayangan. Tentu butuh kerja keras, kerja cerdas untuk memajukan perusahaan ini,"sebut Wako. (*)

Penulis: hendri dede
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved