Breaking News:

Wali Kota Jambi Bilang Kalau Nunggu Perintah Orang Itu Goblok

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Kawasan pasar Kota Jambi dinilai semrawut. Apalagi kondisi parkir berlapis menutupi

tribunjambi/rohmayana
Senin (19/2) PJs Walikota Jambi M. Fauzi menjadi inspektur upacara apel yang digelar oleh Pemkot Jambi saban minggunya. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Kawasan pasar Kota Jambi dinilai semrawut. Apalagi kondisi parkir berlapis menutupi badan jalan, dan barang dagangan masih dijejerkan di trotoar jalan depan ruko.

Menyikapi hal ini Pjs Wali Kota Jambi M Fauzi mengatakan dirinya sudah silaturrahmi dengan pimpinan DPRD Kota Jambi di antara agendanya yakni mencari solusi masalah tersebut. "Tantangan ke depan ini besar. Pilkada, lebaran. Memang harus disiapkan," ujarnya.

Camat selaku pemililik wilayah, kata Fauzi harus rutin melakukan penertiban wilayahnya. Tidaklah perlu ada perintah, karena hal itu kewajiban."Saya kira itu sudah menjadi tugas pokok mereka. Tak perlu nunggu perintah. Kalau nunggu perintah goblok orang itu," katanya.

Camat Pasar Kota Jambi Mustari mengatakan, pemilik ruko di kawasan ruko Jalan Sam Ratulangi bukan menaruh barang dagangan di depan ruko dan trotoar jalan. "Bukan narok barang dagangan di depan. Tapi itu mau diantar ke konsumen," katanya.

Masalah penertiban kata Mustari sering dilakukan. Kondisi pedagang di Jl Sam Ratulangi memang sudah seperti itu sejak dulu. "Dari sebelumnya kek gitulah," ujarnya.

Ia menyebutkan, pihaknya juga banyak berhasil menata pasar. Ada beberapa gang yang sudah ditata rapi, seperti gang sepatu, gang gunting. Gedung-gedung pasar sudah dicat warna warni. "Sudah banyak berubah di pasar ini. Dulu Angso Duo kalau pagi macet, kini lancar," katanya.

Kata dia, memang masih ada beberapa PKL yang akan ditata, di antaranya pedagang stempel. "Kalau sudah kota besar PKL tetap ada. Ke depan kita tata, seperti pedagang stempel akan kita buat satu gang dijadikan satu tempat, begitu yang lainnya," katanya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Jambi, Afrizal mengatakan sebenarnya penertiban sudah dilakukan. Hanya saja, karena tempat berdagang yang belum maksimal, makanya terjadi fenomena seperti ini. "Yang terpenting pada prinsipnya tidak ganggu pengendara dan pejalan kaki," katanya Rabu (28/2).

Menurut Afrizal, pihaknya akan melaporkan hal itu dengan bidang pasar dan camat selaku pemilik wilayah. Kata dia, belakangan seperti tidak ada kontrol, dan mengganggu pejalan kali dan pengendara harus diberi teguran keras pemilik tokonya.

Ia pun menambahkan, jika masih seperti itu, pihaknya akan turun ke lapangan mengatasi masalah itu. Meskipun volume dagangan meningkat, akan tetapi jika menggunakan trotoar dan bahu jalan untuk menempatkan dagangan, maka hal itu tidak dibolehkan. (cya)

Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved