4 Fakta Seputar Kaburnya Napi di Lapas Tanjungpinang, Waspada No 1

Dalam lima bulan terakhir, Lapas Tanjungpinang telah dua kali terjadi napi kabur. Pertama pada November 2017 dan terakhir, Kamis (1/3/2018)

tribunbatam/aminnudin
Seorang Sipir Lapas Tanjungpinang berkomunikasi lewat radio saat pencarian Napi kabur, Kamis (1/3/2018) 

TRIBUNJAMBI.COM, BINTAN - Dalam lima bulan terakhir, Lapas Tanjungpinang telah dua kali terjadi napi kabur. Pertama pada November 2017 dan terakhir, Kamis (1/3/2018)

Dalam kejadian pertama, dua Napi kabur namun akhirnya seorang tertangkap. Pada kejadian terakhir, tiga Napi berusaha kabur tapi seorang di antaranya tertangkap kembali.

Paling memprihatinkan, seorang di antara Napi kabur pernah melarikan diri pada November lalu tapi saat itu tertangkap kembali. Pada percobaan kedua, Napi kasus kekerasan seksual itu sementara lolos dari pengejaran.

Berdasarkan temuan di lokasi, Napi kabur menggunakan tali kain disambung sebelum memanjat ke tembok penjara. Napi kabur terpidana kasus kekerasan seksual dengan hukuman di atas 5 tahun.

Berikut empat fakta mengejutkan di balik kejadian Napi kabur dari Lapas Tanjungpinang:

Baca: Kartika Putri Mulai Jauhi Smartphone, Alasannya Bikin Adem Hati

Baca: Kohey Nishi, Bintang Panas Paling Kecil di Dunia, Cewek Antre Kencan Saat Tahu Kemampuannya

1. Napi kasus kekerasan seksual anak
Dua napi tersebut yakni Juhairi alias Kay Bin Mohd Ali yang terdata sebagai warga Kabupaten Karimun dan Muhammad Efendi Bin Herman, warga kota batam.

Keduanya sama sama napi dengan pidana pencabulan atau kekerasan seksual dibawah umur dengan ancaman hukuman masing – masing 6 tahun 6 bulan dan 9 tahun 6 bulan.

.

2. Modus memanjat tembok
Dugaan sementara Napi kabur dengan cara memanjat tembok penjara bermodalkan tangga tali buatan sendiri.

Halaman
1234
Editor: suci
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved