Pria Ini Kalap Bunuh Istri dan 2 Anak Kandungnya: Ternyata Ini Alasan Utama Effendi

TRIBUNJAMBI.COM - Peristiwa pembunuhan tragis pada Senin (12/2) lalu yang akhirnya menewaskan satu

TRIBUNJAMBI.COM - Peristiwa pembunuhan tragis pada Senin (12/2) lalu yang akhirnya menewaskan satu keluarga, yakni istri dan kedua anak tiri pelaku ditengarai persoalan jual-beli mobil.

“Jadi, menurut pengakuan pelaku dirinya membunuh keluarganya karena motif kesal pada sang istri, lantaran selama beberapa waktu belakangan Ema sering meminjam-sewakan mobil kepada saudaranya tanpa meminta izin terlebih dahulu. Akhirnya saat tiga hari sebelum pembunuhan itu terjadi, Effendi dan Ema mulai sering terlibat cekcok mulut,” ujar Kapolsek Jatiuwung, Kompol Eliantoro saat ditemui Senin (19/2).

Puncaknya pada Senin (12/2) dini hari lalu, Effendi yang baru saja adu mulut dengan sang istri, Titin Suhemah (46), akhirnya dirundung amarah yang memuncak.

Ia pun pergi ke dapur mengambil pisau. Lalu menghampiri Ema yang sudah tertidur di kamar, kemudian menusuknya beberapa kali di bagian perut hingga tewas.

Baca juga: Satu Keluarga Dibantai di Tangerang, Polisi Temukan Bukti Baru di Dalam Rumah Korban
    
Mendengar keributan itu, si bungsu, Mutiara terbangun dari tidur dan langsung menghampiri sumber keributan.

Namun, lantaran perbuatannya ini takut diketahui Mutiara, Effendi pun kalap. Dia langsung menusuk Mutiara sebanyak enam kali di bagian perut dan sekali di bagian leher hingga tewas.

Keributan di rumah malam itu kian gaduh. Nova yang akhirnya juga terbangun dari tidur akhirnya menghampiri sumber keributan yang berada di kamar ibundanya.

Namun sayang, sekali lagi Effendi takut jika permbunuhannya ini diketahui orang lain. Dalam keadaan ketakutan bercampur emosi dirinya pun ikut menusuk tubuh Nova hingga tewas.

   
Untuk menghilangkan jejak atas perbuatannya, akhirnya Effendi pun melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menusukkan pisau itu ke perutnya.

Namun, Tuhan berkata lain. Percobaannya gagal meski beberapa tusukan pisau sudah menancap di perutnya.

Effendi masih ditakdirkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ini di depan hukum dan harus mengakui kesalahannya. (*)

Reporter : Amanda Hanaria

Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved