Pilpres 2019

Tolak Maju Lagi, Jusuf Kalla Sebut 2 Kriteria Ideal Cawapres untuk Jokowi

Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah menolak untuk maju lagi sebagai calon wakil presiden ( Cawapres) di Pemilu 2019 mendatang.

Tolak Maju Lagi, Jusuf Kalla Sebut 2 Kriteria Ideal Cawapres untuk Jokowi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (keempat kiri), Wakil Presiden ke 6 RI Try Soetrisno (keempat kanan), Jenderal TNI Panglima TNI Gatot Nurmantyo (kedua kiri), Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kiri), dan Ketua MPR Zulkifli Hasan (ketiga kanan) saat menghadiri buka puasa bersama di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Senin (19/6/2017). Buka puasa bersama tersebut dihadiri sejumlah pimpinan lembaga negara, jajaran menteri serta tokoh partai politik. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah menolak untuk maju lagi sebagai calon wakil presiden ( Cawapres) di Pemilu 2019 mendatang. Sebab, Undang-Undang Dasar 1945 hanya membatasi masa jabatan presiden dan wakil presiden hanya dua periode. Meski begitu, mantan Ketua Umum Golkar itu mengungkapkan dua kriteria ideal sosok cawapres pendamping Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Baca: Pria Ini Rela Menghitamkan Seluruh Tubuhnya dengan Tato, Termasuk Bola Matanya. Karena Alasan Ini

"Pertama bisa menambah elektabilitas," ujar Kalla usai acara Rapimnas Lembang 9 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (26/2/2018). Menurut Kalla, siapapun calon pendamping Jokowi di Pilpres 2019, wajib memiliki elektabilitas dan dikenal publik secara luas. Sehingga, kehadirannya bisa ikut meningkatkan elektabilitas Jokowi.

Kedua, kata Kalla, kriteria ideal cawapres Jokowi yakni tokoh yang berpengalaman. Sebab, ujar Wapres, menjadi wakil presiden berarti harus mampu mengerjakan tugas seorang presiden. Ia mencontohkan BJ Habibie yang harus mengemban tugas sebagai Presiden saat Presiden Soeharto mengundurkan diri karena desakan yang kuat oleh publik pada 1998 silam.

"Kalau tidak pengalaman, Pak Habibie kalau tidak siap bagaimana? Jadi di sampingnya juga harus bisa pengalaman di pemerintahan," kata JK.

"Kalau tidak punya pengalaman di pemerintahan, juga nanti sulit mengatur di dalam pemerintah (itu sendiri)," sambung dia.

Seperti diketahui, sempat muncul wacana menduetkan kembali Jokowi-JK pada pemilu presiden 2019. Namun, Kalla menolak kembali maju dalam pemilu tahun depan. Di dalam Pasal 7 UUD 1945 memberikan batasan terkait dengan masa jabatan presiden dan wakil presiden.

Baca: Wanita Ini Melahirkan Bayi di Acara Pesta Pernikahan, Tamu Undangan Dibikin Geger

Baca: ASTAGA - Hidupkan Api dengan Bensin untuk Membakar Ikan, 2 Anak Noor Disambar Api

Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan. Artinya, presiden dan wakil presiden hanya dapat dipilih kembali untuk jabatan yang sama untuk satu kali masa jabatan alias maksimal dua periode jabatan.

Adapun Jusuf Kalla sebelum menjadi Wapres periode 2014-2019 juga menjadi wapres pada periode 2004-2009. Dengan begitu Kalla tidak mungkin maju lagi sebagai Cawapres. PDI-P pun tidak tergesa-gesa dalam menentukan calon wakil presiden pendamping Jokowi dan masih akan menunggu proses komunikasi politik dengan partai lain.

Berita ini ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jusuf Kalla Sebut Ada 2 Kriteria Ideal Cawapres untuk Jokowi",

Editor: fifi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved