Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Belum Berencana Naikkan Harga BBM dan Listrik. Ini Alasannya

Pemerintah nampaknya masih belum akan menaikan tarif dasar listrik dan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat.

Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Belum Berencana Naikkan Harga BBM dan Listrik. Ini Alasannya
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pemerintah nampaknya masih belum akan menaikan tarif dasar listrik dan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat. Meski, kondisi ini di tengah risiko kenaikan harga minyak dunia yang terjadi.

Direktur Penyusunan APBN Ditjen Anggaran Kemkeu Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, banyak faktor yang harus diperhatikan sepanjang tahun ini untuk menentukan kenaikan tarif listrik dan harga BBM.

Baca: Sepenggal Kepala Wanita Ditemukan di Apartemen, Bagian Tubuh Lainnya Belum Ditemukan

Faktor tersebut: harga minyak Indonesia atau Indonesia culde price (ICP), nilai tukar rupiah, dan volume kebutuhan minyak. Selain itu, kami juga lihat sisi permintaan, ujarnya saat di temui Kontan.co.id, Jumat (23/2).

Menurutnya, pemerintah tak akan menaikkan tarif listrik dan BBM sepanjang masih sesuai dengan pagu anggaran. Namun, jika harga produksi listrik dan BBM sudah terlampau tinggi, mau tidak mau harus menaikan harganya.

Kenaikan harga perlu dilakukan lataran pemerintah harus mengikuti nilai keekonomian listrik dan BBM.Tapi kalau harga produksinya masih bisa ditekan, tidak tinggi, ya normal saja, imbuhnya.

Kunta menjelaskan, tahun ini pemerintah mematok nilai tukar rupiah per dolar Amerika sebesar Rp 13.400, dengan ICP US$ 48 per barel. Adapun pagu anggaran subsidi listrik Rp 47,7 triliun, dibagi untuk 23,2 juta pelanggan dengan kapasitas 450 VA dan 6,5 juta pelanggan 900 VA.

Baca: Tolak Maju Lagi, Jusuf Kalla Sebut 2 Kriteria Ideal Cawapres untuk Jokowi

Baca: Pria Ini Rela Menghitamkan Seluruh Tubuhnya dengan Tato, Termasuk Bola Matanya. Karena Alasan Ini

Lalu anggaran subsidi elpiji memiliki pagu Rp 37,6 triliun untuk 6.450 juta kilogram. Subsidi lainnya seperti solar dan minyak tanah, pagunya Rp 9,3 triliun. Dengan volume minyak tanah 610 kiloliter atau 0,6 juta kiloliter. Untuk solar subsidinya Rp 500 per liter atau dengan volume sekitar 15,6 juta kiloliter .

Halaman
12
Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved