Eselon II Sarolangun Dirombak Maret Ini
Bongkar pasang pejabat di Sarolangun menjadi hak Bupati Sarolangun Cek Endra.
Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: Nani Rachmaini
Laporan wartawan Tribun Jambi Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Bongkar pasang pejabat di Sarolangun menjadi hak Bupati Sarolangun Cek Endra.
Dalam kesempatan sebelumnya, ia mengatakan jika Maret depan giliran perombakan eselon II. Cek Endra mengatakan pengisian jabatan kepala dinas nantinya akan dilakukan sistem lelang, dan saat ini panitia seleksi telah dibentuk.
"Semua melalui proses, tim sel sudah dibentuk, tentu sesuai ASN Jakarta, kita sudah surati ASN Jakarta sehingga apapun yang kita lakukan itu rotasi maupun penggantian pejabat itu melalui ASN semua," terangnya, belum lama ini.
Cek Endra mengatakan, pihak Pemkab Sarolangun menunggu surat jawaban dari ASN, karena itu tim konsultan akan menilai pejabat yang reposisi atau pergantian posisi jabatan, akan dinilai oleh tim pengkajian.
"Nanti kalau ada yang promosi tentu melalui lelang ASN. Nah, lelang ASN ini perlu waktu tidak bisa dalam satu bulan," terang Cek Endra.
Untuk fase pertama ini, akan dilakukan reposisi, jabatan yang akan diganti akan dikosongkan sementara. Katanya setelah perputaran posisi jabatan selesai baru akan dilakukan lelang jabatan.
Bupati memperkirakan lelang ASN akan memakan waktu hingga dua bulan. "Tahapan-tahapan ini kita sangat berhati-hati, pertama harus memenuhi aturan yang sudah baku di ASN," katanya.
Sementara, ditanya seperti apa kriteria seorang pejabat yang akan membantunya dalam melaksanakan program-program pemerintah, Cek Endra mengatakan kriteria di ASN sudah jelas tergantung jabatan yang akan disandang.
"Tinggal bapak ingin penambahan seperti apa, umpamanya di Baban Bencana, orangnya harus energik, tahan di luar, kan harus seperti itulah. Boleh ada tambahan dari kepala daerah itu sedikit sekali, lainnya itu sudah diatur oleh ASN semuanya. Dan saya pikir semua sudah diatur ASN sudah lengkap tidak ada masalah," jawab Cek Endra.
Ia juga mengatakan saat ini ada sepuluh posisi jabatan kepala dinas yang kosong, akibat perubahan nomenklatur yang menambah dan mengurangi instansi yang ada, dan kekosongan jabatan akibat pensiun.
Dari catatan Tribun, jabatan yang kosong di Sarolangun saat ini yakni Dinas Arsip dan Perpustakaan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perikanan dan Peternakan, Dinas Kominfo, Dinas Damkar, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan pajak dan retribusi daerah, Satpol PP, dan asisten II.(*)