Ketika Imlek Dilarang Soeharto, ini Sejarah Warga Tionghoa Gunakan Nama Baru Kental Akan Indonesia

Boleh dibilang, begitu orde baru berkuasa, aturan-aturan diberlakukan untuk menghapus budaya Tionghoa dari komunitas orang-orang peranakan.

TRIBUN JAMBI/CHAIRUL NISYAH
15022018_ibadah imlek 

Sedangkan mereka sendiri saling menyapa dengan menyebut “Meneer dan Mevrouw”. Ayah biasa disapa sebagai Meneer Oey, dan ibu, Mevrouw Oey.

Baca: Pernikahan Sedarah, Istri Curiga Kelakuan Suami, Saat Diperlihatkan KK Oleh Pak RT Hatinya Hancur

Ketika saatnya kami masuk ke universitas, kami harus berjuang ekstra keras kalau ingin diterima di universitas negeri.

Bagi siswa keturunan Tionghoa, tersedia tempat hanya sekitar 10% dari semua kursi yang ada.

Dengan demikian mereka harus melewati filter rangkap, angka kelulusan tes dan jatah 10% tersebut. Kondisi yang keras ini di sisi lain menjadi blessing in disguise, karena anak-anak Ayah terbiasa bekerja keras untuk survive.

Meskipun saya tidak berhasil, kedua kakak saya berhasil diterima di salah satu universitas negeri unggulan.

Seperti apa perayaan Imlek di masa Bung Karno?

Baca: Persiapan Alumni 212 Ini Menyambut Kepulangan Rizieq Shihab, Ini Rencana Jadwal Kedatangannya

(Oleh Lily WIbisono) 

Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved