Aktivitas PETI

Enam Orang Diduga Pelaku PETI di Muara Emat Dikenakan Wajib Lapor

Enam orang diduga pelaku penambangan emas tanpa izin (PETI) di Penetai Muara Emat Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)

Penulis: hendri dede | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Enam orang diduga pelaku penambangan emas tanpa izin (PETI) di Penetai Muara Emat Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) tidak dilakukan penahan oleh Polres Kerinci.

Kapolres Kerinci AKBP Dwi Mulyanto mengatakan, pihaknya setelah melakukan pemeriksaan hingga sore hari Sabtu (17/2) Polres memberlakukan wajib lapor terhadap enam diduga pelaku PETI tersebut. "Wajib lapor," singkat Kapolres via pesan WhatsApp ke Tribun.

Baca: Sambil Rangkul Nalim, Fauzi Ansori: Saya Satu, Nalim Tiga Dua Musuh

Pantauan di Polres Kerinci hingga pukul 15.00 WIB, keenam pelaku PETI itu masih dalam ruang pemeriksaan penyidik Satuan Reskrim Polres Kerinci. Terlihat Syarif, Kasi Pemerintahaan Kecamatan Pangkalan Jambu, Merangin mendatangi Polres Kerinci dan masuk ke ruangan Kasat Reskrim.

Kapolres Kerinci, AKBP Dwi Mulyanto mengatakan, saat penangkapan di Penetai Lama, Muara Emat, dipimpin Kabag Ops Polres Kerinci, AKP M Alpian bersama Kasat Sabhara AKP Syafrudin Amir dan Kasat Reskrim Iptu Dedi Kurniawan ditemukan sejumlah barang bukti.

Aparat kepolisian mengamankan satu unit excavator yang sedang melakukan kegiatan PETI dan emas hasil tambang liar. Penambang waktu itu ada sekitar 50 orang. Mereka langsung diamankan. "Lokasi kami pasang police line,” kata Kapolres Dwi Mulyanto.

Kapolres mengungkapkan, warga yang diamankan adalah WS (36) warga Muara Emat, AS (36) warga Perentak, MS (40) dan JR (44) warga Bukit Perentak, YI (40) warga Desa Birun Merangin dan IL (37) warga Desa Bukit Batu, Padang Aur, Sungai Manau, Merangin.

Baca: Pria Tuna Rungu Ini Menangis di Hari Pernikahannya. Ternyata Ini yang Dilakukan Calon Istri

Baca: WAH! Produksi Ponsel Nasional Tembus 60 Juta Unit. Impor Turun

Sedangkan barang bukti yang diamankan diantaranya emas seberat dua gram dalam botol berisi air dibungkus plastik putih.

Juga disita dua tas sandang Benacity coklat, satu buah nozol dompeng dalam botol, tiga buku catatan pengeluaran dan pemasukan, dua wellcome serabut (saringan emas), satu karpet hitam serta satu buah dulang terbuat dari akar kayu.

Sebelumnya, Sekda Kota Sungai Penuh, Pusri Amsy, ditahan saat lewat di jalan raya Bangko ke Kerinci. Hingga Sekda berkomunikasi dan berjanji akan berkoordinasi dengan Polres dan membantu keenam warga Pangkalan Jambu yang menambang emas di Kecamatan Batang Merangin, Kerinci, Jumat (16/2) sekira pukul 10.00 WIB. Setelah perundingan antara Kapolres Merangin dengan lima kepala desa (kades) di Kecamatan Pangkalan Jambu, akhirnya Sekda Kota Sungai Penuh, Pusri Amsy, dilepas warga Pangkalan Jambu, Sabtu dinihari.

Sekda Pusri Amsy menyatakan sudah berkoordinasi dengan Kapolres Kerinci, soal pengamanan enam warga Pangkalan Jambu. Dia sudah minta agar enam orang itu dilepaskan. 'Saya sudah menelepon Wali Kota dan Kapolres, minta membebaskan enam orang yang diamankan Polres Kerinci. Alhamdullilah Kapolres mau membebaskan enam orang tersebut,” ujarnya.

Baca: MENYEDIHKAN- Terpisah 3 Tahun dengan Anak karena Pekerjaan, Sekali Bertemu Tuhan Berkehendak Lain

Baca: Hadir di Pernikahan Anak Mantan Sopir Pribadinya, Jokowi Disambut Lurah, Ketua RT dan Keluarga

Baca: Soal Anak, Doa Laudya Cynthia Bella Terkabul. Netizen: Alhamdulillah

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved