FOTO: Satar Bersikap Tenang, Peragakan Saat Rudapaksa dan Seret Dina ke Sungai

Kamis (25/1) menjadi hari naas bagi almarhum Dina Wulandari pagi itu pascamengantar adiknya ke sekolah.

FOTO: Satar Bersikap Tenang, Peragakan Saat Rudapaksa dan Seret Dina ke Sungai
tribunjambi/heri prihartono
Satar merupakan eksekutor pembunuh Dina, lakukan reka adegan di Mapolres Tebo, Rabu (14/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Heri Prihartono

TRIBUNJAMBI.COM, TEBO - Kamis (25/1/2018) menjadi hari naas bagi almarhum Dina Wulandari pagi itu pascamengantar adiknya ke sekolah.

Gadis yang baru 3 Minggu di Teluk Rendah Ulu pascakepulangannya  dari rumah neneknya di  Jambi tersebut tak menyangka hari itu merupakan hari terakhirnya di dunia.

Saat ia bertolak dari dermaga usai mengantar adiknya rupanya Satar telah menunggunya untuk berpura-pura membonceng.

Satar merupakan eksekutor pembunuh Dina yang terangkum dalam reka adegan di Mapolres Tebo, Rabu (14/2). 

Satar merupakan eksekutor pembunuh Dina, lakukan reka adegan di Mapolres Tebo, Rabu (14/2/2018).
Satar merupakan eksekutor pembunuh Dina, lakukan reka adegan di Mapolres Tebo, Rabu (14/2/2018). (tribunjambi/heri prihartono)

Dalam reka  27 adegan tersebut , Satar melancarkan niatnya dengan berpura-pura minta diantar ke arah Sungai Batanghari.

Satar yang menggunakan baju tahanan oranye juga memerankan adegan pemerkosaan dan pencabulan terhadap Dina.

Dina yang sudah  tak berdaya lalu diikat dengan akar kayu dari kaki hingga leher kemudian diseret dan ditenggelamkan ke dalam Sungai Batanghari bersama sepeda motornya. 

Dalam reka adegan tersebut Satar tampak cukup tenang dan menjalankan setiap peran sesuai dengan kejadian pembunuhan tersebut.

Sementara itu Kapolres Tebo AKBP Budi Rachmat dalam keterangannya menjelaskan jika reka adegan digelar di Mapolres demi alasan keamanan.

Dijelaskannya jika sebelum pembunuhan korban selama 3 Minggu saat mengantar adiknya sekolah melewati rumah Satar.

"Sehingga ada niat dan pada 25 Januari ada kesempatan yang dimanfaatkan tersangka untuk melakukan aksinya," kata Kapolres.

Satar yang terancam hukuman 15 tahun tersebut awalnya memiliki niat untuk memperkosa korban.

Saat ini perkembangan kasus ini sudah  dilimpahkan ke kejaksaan untuk masuk ke persidangan. (*)

Penulis: heri prihartono
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved