Breaking News:

Beraktivitas di Hutan Adat, Ratusan Warga Desa Baru Perentak Bakar Alat Berat PETI

Ratusan warga Desa Baru Perentak, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin membakar alat berat pelaku PETI

TRIBUNJAMBI/HERU PITRA
Ilustrasi Dompeng yang digunakan untuk Peti dimusnahkan 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO – Ratusan warga Desa Baru Perentak, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin membakar alat berat pelaku penambang emas tanpa izin (PETI), Kamis (8/2). Warga kesal karena aktivitas PETI tersebut dilakukan di dalam wilayah hutan adat desa setempat.

Informasi yang didapatkan, pada Kamis (8/2) emosi warga tersalut setelah mendapat kabar bahwa di dalam hutan adat desa setempat terdapat satu unit alat berat melakukan aktivitas PETI. Warga yang tak terima hal itu kemudian berkumpul untuk menghentikan aktivitas tersebut.

Setelah berkumpul, warga yang pada umumnya kaum perempuan itu langsung menuju lokasi. Dengan menempuh perjalan lebih kurang 3 km, warga menemukan satu unit alat berat jenis eskavator di hutan adat.

Warga yang kesal melihat hutan adat dijadikan PETI, kemudian merusak alat berat tersebut. Secara beramai-ramai warga membakar alat berat yang digunakan untuk aktivitas PETI itu.

“Ya kemarin kejadianya. Warga tak terima hutan adat dijadikan lokasi PETI,” kata warga setempat, Jumat (9/2).

Menurut warga, alat berat tersebut milik salah satu pelaku PETI yang berasal dari Desa Tiga Alur Perentak. Saat kejadian pembakaran para pekerja PETI tela terlebih dahulu meninggalkan lokasi.

Camat Pangkalan Jambu, Edy Suprapto dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, warga nekat membakar alat berat tersebut, karena melakukan aktivitas di dalam hutan adat desa setempat.

“Kronologisnya saya juga belum tahu. Saya tadi dikasih tahu oleh warga,” kata Camat.

Diungkapkannya, dalam kejadian tersebut tidak terjadi keributan. Sebab saat kejadian para penambang telah pergi dan meninggalkan alat berat dilokasi.

“Dulu juga pernah terjadi, ini yang kedua kali. Warga marah dengan pelaku PETI karena melakukan penambangan di dalam hutan adat.

Senada Kapolsek Sungai Manau, Iptu Didi Engkas juga membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, pembakaran alat berat milik pelaku PETI karena beraktivitas di hutan adat.

Ia juga mengatakan, bahwa aktivitas PETI di wilayah Sungai Manau dan Pangkalan masih terdapat. Namun aktivitas ilegal tersebut sudah tidak semarak dulu lagi.

“Satu dua unit alat berat yang melakukan aktivitas memang masih ada. Untuk menghentikannya kami selalu terbentur dengan warga mendukung. Tapi kami terus berusaha memberantas dan memberitahukan kepada masyarakat bahaya PETI,” pungkasnya.(*)
 

Penulis: Herupitra
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved