Breaking News:

Dua Penambang Tewas Tertimbun Longsor, Kedalaman 15 Meter

Melihat temannya tertimpa longsoran tanah, lima orang pekerja lain berusaha menolong. Sekitar pukul 10.15.

Penulis: Herupitra
Editor: Edmundus Duanto AS
IST
ilustrasi evakuasi PETI lubang jarum. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Merangin sudah banyak memakan korban jiwa.

Pada Rabu (7/2), dua orang pekerja PETI tewas tertimpa longsoran tanah di lokasi Desa Sungai Kapas, Kecamatan Bangko.

Informasi yang didapat, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00. Saat itu ada tujuh orang pekerja PETI sedang melakukan aktivitas mencari emas dengan menyemprotkan air ke bibir tanah dengan kedalaman 15 meter.

Namun saat asyik bekerja tiba-tiba tanah yang disemprot tersebut runtuh. Tanah tersebut kemudian menimpa dua orang dari tujuh orang pekerja PETI itu. Mereka yang tertimbun yakni BM (31) dan MNC (22), keduanya warga Desa Sungai Kapas.

Melihat temannya tertimpa longsoran tanah, lima orang pekerja lain berusaha menolong. Sekitar pukul 10.15 Wib dua orang korban berhasil diselamatkan dari timbunan longsor..

Usai berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke atas tanah dari lubang galian PETI. Namun naas kedua nyawa korban tak berhasil diselamatkan. Keduanya menghembuskan nafas terakhir di lokasi PETI.

Mendapatkan informasi ada korban tertimpa longsoran aktivitas PETI, aparat kepolisian Polsek Bangko dan Polres Merangin langsung mendatangi lokasi kejadian. Sesampainya di lokasi kejadian, aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian.

BACA BPK Akan Periksa Laporan Keuangan SKPD Kerinci, Pejabat Dilarang Keluar Daerah

Kapolres Merangin, AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Kasat Reskrim, AKP Sandi Mutaqqin membenarkan tersebut. Dia mengatakan, akibat kejadian tersebut dua orang tewas teretimbun longsoran

“Korban ada dua, semuanya meninggal dunia usai dievakuasi dari timbunan tanah. Korban adalah pekerja di lokasi tambang tersebut,” tutur AKP Sandi, Kamis (7/2).

Sandi mengatakan, saat ini anggotanya masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Beberapa orang saksi juga diminta keterangan.

“Saat ini kita hanya memminta keterangan saksi-saksi yang ada di lokasi. Pemilik PETI juga akan kita periksa,” ujarnya.

BACA Bapak Tiri Rudapaksa Anaknya 13 Tahun 3 Kali, Sang Ibu Tidak Marah Karena Suami Ketiga

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved