TRIBUNNERS

Mengenali Lingkungan Hidup, Menata Kota Dan Pembangunan Berkelanjutan Menuju Bumi Semakin Menawan

Mengenali lingkungan hidup, menata kota dan pembangunan berkelanjutan menuju bumi semakin menawan

Mengenali Lingkungan Hidup, Menata Kota Dan Pembangunan Berkelanjutan Menuju Bumi Semakin Menawan
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Manusia adalah makhluk istimewa yang diciptakan Tuhan. Ia berbeda dengan makhluk lainnya dan ia juga termasuk salah satu komponen lingkungan hidup.

Manusia memiliki kemampuan akal yang membedakannya dengan komponen – komponen lingkungan hidup lainnya.

Manusia dengan berbagai kebutuhannya akan banyak mengubah dan mempengaruhi keadaan bumi dan kualitas lingkungan.

Menata kota semakin menawan adalah sebuah gagasan moril yang menitikberatkan penataan kota secara humanis dimana penataaan kota dilandasi oleh keinginan masyarakat yang menginginkan kenyamanan. (Nasir Sudirman, 2017)

Tidak menampik, nyatanya  masalah lingkungan buatan yang menghadapi disharmoni tata ruang menyebabkan rasa tidak nyaman, tidak sehat, tidak aman baik bagi kehidupan sosial, ekonomi maupun politik dan pertahanan keamanan.

Dalam pengelolaan lingkungan hidup, masalah lingkungan buatan di Indonesia (nasional) secara tata ruang wilayah tidak dapat dipisahkan dengan masalah global, masalah perubahan iklim akibat emisi gas – gas rumah kaca dari sektor energi, transportasi, industri, dan pembakaran hutan.

Perkembangan di lingkungan buatan baik di kawasan perkotaan maupun perdesaan akibat tidak terkendalinya penggunaan tanah dan teknologi pembangunan yang tidak berkelanjutan; tertinggalnya pengembangan teknologi konservasi dan teknologi budidaya sumber daya alam hayati serta teknologi daur ulang, pengelolaan sampah, menyebabkan kerusakan lingkungan, pencemaran lingkungan dan disharmoni tata ruang di perkotaan dan perdesaan.

Pembangunan wilayah perlu penataan ruang. Secara substansi masalah ruang wilayah atau daerah tidak dapat lepas dari lingkungan hidup, karena lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya (Pasal 1 UU No. 32 Tahun 2009).

Lingkungan hidup dalam pengertian ekosistem tidak mengenal batas wilayah, baik wilayah negara (nasional) maupun wilayah administratif daerah Provinsi, Kabupaten, maupun Kota yang bersifat otonomi.

Dalam penataan ruang daerah secara otonomi tetap tidak boleh mengabaikan adanya prinsip – prinsip keterkaitan ekosistem tersebut karena mengikat secara undang – undang.

Pembangunan berkelanjutan sebagai salah satu wujud untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia.

Pembangunan berkelanjutan memastikan bahwa dengan upaya pembangunan, kesejahteraan generasi mendatang  mempunyai potensi dan peluang ekonomi dan stok kapital baik sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya buatan sama dengan peluang yang diperoleh generasi sekarang.

Dalam pembuatan perencanaan pembangunan sebenarnya harus sudah mempertimbangkan faktor – faktor lingkungan karena jika tidak ada, pembangunan tidak akan dapat berkelanjutan.

Dalam pembuatan keputusan pengelolaan lingkungan hidup termasuk penataan ruang wilayah memerlukan pendekatan yang komprehensif dan multidisiplin dalam proses yang menterpadukan pertimbangan lingkungan dan ekonomi serta sosial.

Tulisan Ini merupakan hasil karya Anisa Putri Febriani, S. T. (Mahasiswa Pascasarjana Magister Ilmu Lingkungan Undip)

Anisa Putri Febriani, S. T.
Anisa Putri Febriani, S. T. ()
Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved