Sudah Dimutasi, Banyak Pejabat dari Sarolangun Masih Belum Kembalikan Mobil Dinas

Idham Chalik, Kabid Aset Bappeda Sarolangun mengatakan beberapa pegawai yang dimutasi masih

Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/JAKA HENDRA BAITTRI
IDHAM KHALID 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Idham Chalik, Kabid Aset Bappeda Sarolangun mengatakan beberapa pegawai yang dimutasi masih membawa kendaraan dinasnya ke tempat yang baru.

Bahkan, ada pegawai nonjob yang juga masih membawa kendaraan dinas.

"Ada beberapa kendaraan dinas yang masih berada di penguasaan pejabat-pejabat yang berpindah ke SKPD lain itu masih ada yang bawa kendaraan tersebut, " katanya beberapa hari ini.

Ia mengaku telah mengirimkan surat penertiban aset daerah pada setiap SKPD di Sarolangun. Surat yang ditandatangani Wakil Bupati Sarolangun Hillalatil Badri itu tertanggal 24 Januari 2018.

Namun baru dikirim ke setiap kantor dinas tiga hari setelahnya.

"Kita minta pegawai SKPD yang mutasi agar fasilitasnya ditarik kembali. Kita minta tenggat waktu tujuh hari setelah dinas terima surat," katanya beberapa hari ini.

Dalam surat tersebut, jika Instruksi untuk mengembalikan kendaraan dinas ke intansi yang berwenang telah melebihi batas waktu, atau tidak diindahkan, maka pengguna barang harus melaporkan ke sekretaris daerah sebagai pengelola barang, dan akan dilakukan penarikan paksa.

Untuk mendata jumlah kendaraan dinas yang ada di Kabupaten Sarolangun, Idham mengaku akan mulai melakukan inventarisir kendaraan dan seluruh aset yang dimiliki Pemkab Sarolangun.

Sebab, sampai sekarang belum diketahui secara pasti berapa jumlah kendaraan dinas yang dimiliki Pemkab Sarolangun.

"Termasuk kendaraan yang telah dilelang, kan datanya harus dihapus," terangnya.

Dalam waktu dekat, ia berencana mengirimkan surat ke seluruh instansi dinas agar semua kendaraan dinasnya diinventarisir.

Termasuk mendata kendaraan dinas yang telah usang, karena berakibat pada biaya perawatan yang tinggi.

Menurut Idham, kendaraan dinas yang telah berusia 10 tahun keatas agar dilelang. Karena akan membutuhkan biaya perawatan yang tinggi.

"Umur kendaraan 10 tahun ke atas akan dilelang. Dan itu akan menambah pendapatan untuk daerah. Nanti lelangnya kita buka umum, " katanya.(*)

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved