Breaking News:

Hati-hati, Ada SK Bodong RSUD Sarolangun, Ini Keanehannya

korban penipuan bukan hanya warga di Kecamatan Pelawan, tetapi ada juga di Kecamatan Singkut.

Penulis: Teguh Suprayitno
Editor: Edmundus Duanto AS
Tribun Jambi
Ilustrasi aktivitas RS Sarolangun. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pascapenangkapan AM (42), warga Dusun Suko Mulyo, Pelawan, yang menjadi penipu SK bodong RSUD Sarolangun, Direktur RSUD, Irwan Miswar, memberikan tanggapan.

Ia mengatakan aksi tipu-tipu yang mencatut nama Direktur RSUD telah berulang belasan kali, dan memakan banyak korban.

"Saya sangat senang, pelaku seperti ini bisa ditangkap karena ini sudah mencoreng nama baik saya," katanya, Jumat (2/2).

Ia menuturkan korban penipuan bukan hanya warga di Kecamatan Pelawan, tetapi ada juga di Kecamatan Singkut. Katanya, kasus serupa pernah terjadi, dan dirinya dilaporkan oleh beberapa korban penipuan ke Polsek Singkut.

"Di Polsek singkut saya pernah dilaporkan, dan kita tidak tau apa apa. Ya, kita silakan saja, silakan diusut, "jelasnya.

Irwan mengaku telah memenuhi panggilan dari Polres Sarolangun untuk bersaksi atas kejahatan yang dilakukan AM. Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa SK yang dibuat pelaku jelas tidak sesuai dengan yang sebenarnya, Korp surat serta format surat tidak sama dengan SK yang sebenarnya.

"Tanda tangan saya juga dipalsukan. Dan dalam SK tertera gaji honorer di RSUD Rp 1.250.000, Padahal gaji honorer itu hanya Rp 800 ribuan," sebutnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pada aturannya pengangkatan honorer tidaklah mudah, harus melalui beberapa tahapan. Mulai dari seleksi bahan dan tes, serta harus ada persetujuan dari Bupati Sarolangun. " Ada prosedurnya, bukan mudah. kalau ada SK honorer palsu akan ketahuan saat kita cek di dalam data kasubag kepegawaian RSUD," tegasnya.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat Sarolangun agar tidak mudah percaya jika ada oknum yang menawarkan bisa memasuk jadi honorer di RSUD Sarolangun, apalagi sampai harus membayar hingga puluhan juta rupiah.

Diberitakan sebelumnya, AM (42), seorang pedagang yang tinggal di Dusun Suko Mulyo, Desa Pelawan Kecamatan Pelawan ditangkap aparat kepolisian karena dilaporkan oleh korban Yayat Bin Oon (48), Warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Pelawan, karena telah melakukan penipuan kepada korban dengan modua bisa memasukkan anak korban Lia, menjadi tenaga honorer di RSUD Sarolangun.

BACA Tips Menghafal Alquran dari Si Cantik Kaila Nadira Cut Almi, Coba Deh Pasti Bisa

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved