Jepang Alokasikan Dana Rp 1 Miliar untuk Provinsi Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Silaturahmi antar dua negara memang semakin kuat bila adanya kerjasama yang

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Silaturahmi antar dua negara memang semakin kuat bila adanya kerjasama yang dibentuk dari berbagai bidang.

Bahkan dengan bantuan dana untuk meningkatkan mutu kemanusiaan sering dilakukan satu negara. Program itu sudah sejak lama dilakukan Jepang dengan Indonesia.

Melalui Konsul Muda Konsulat Jenderal (KonJen) Jepang, misi perkuat jalinan kerjasama terus dihadirkannya di beberapa provinsi di Indonesia.

Jambi yang kini jadi sasaran pun turut mulai diperkenalkan melalui utusannya. Daiki Yokoyama yang menyambangi Tribun Jambi, mensosialisasikan program Grant Assistance for Grassroots Human Security Projects.

Program itu merupakan pemberiaan dana hibah maksimal Rp 1 miliar. Dana itu mencakup peruntukannya di bidang sosial, pendidikan dan juga kemanusian.

Bagi Daikin, Provinsi Jambi merupakan satu-satunya provinsi yang belum terjamah oleh Konjen Jepang di Pulau Sumatera. "Di Sumatera sudah hampir merata program ini kami salurkan, semisalnya di Aceh, Riau, Medan, Palembang dan beberapa provinsi lainnya,"katanya, Selasa (30/1).

Dijelaskan Daikin, rerata bantuannya yang disalurkan dari pemerintah Jepang lebih kepada bidang pendidikan. Persentase sekitar 30-40 persen besar di bidang itu.

Bahkan di Provinsi Sumatera Utara, bantuan digelontorkan untuk memberikan perbaikan atau membangun kelas baru.

"Jambi, kami masih mencoba berkoordinasi dengan pemerintahnya. Sebelumnya lewat Kepala Dinas Sosial Provinsi Jambi sudah kami jelaskan program itu, sehingga kami bisa tahu nantinya dana dipergunakan di bidang apa,"jelasnya.

Daiki menambahkan, dana hibah sebesar Rp 1 miliar tidak cuma berhenti di situ saja. Bahkan penyaluran dana berkelanjutan dapat dilakukan, sesuai pengajuan dan monitoring dari pihak Konjen pada dana sebelumnya.

Seperti yang diketahui bantuan hibah grass-roots yang berasal dari pemerintah Jepang, tidak disalurkan melalui agen maupun instansi perantara, baik lokal maupun asing.

Kedutaan Besar Jepang juga tidak memungut biaya apapun dalam seluruh proses permohonan bantuan (konsultasi, pengajuan proposal dan lain sebagainya).

Dengan demikian, pengajuan yang dilakukan lewat agen tersebut sama sekali tidak menjamin perolehan bantuan grass-roots karena tidak ada hubungan dengan Kedutaan Besar Jepang. (tyo)

Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved