Astaga! Saat Ngajar di Kelas, Guru SD Ini Remas Bagian Intim Siswinya, Korbannya Tak Hanya Satu

Seharusnya mengajarkan kebaikan dan menjadi panutan bagi siswa dan siswinya, seorang oknum guru PNS di

Astaga! Saat Ngajar di Kelas, Guru SD Ini Remas Bagian Intim Siswinya, Korbannya Tak Hanya Satu
net
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, PASIRPANGARAIAN - Seharusnya mengajarkan kebaikan dan menjadi panutan bagi siswa dan siswinya, seorang oknum guru PNS di Sekolah Negeri di Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), berinisial AR, dididuga melakukan pelecehan seksual atau pencabulan terhadap 5 siswinya.

Pria berusia 51 tahun kelahiran Kampar, warga Lenggopan Kelurahan Pasirpangaraian tersebut ditetapkan sebagai tersangka, dan dilakukan penahanan di tahanan Mapolres Rohul‎.

Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK, MH, melalui Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Harry Avianto SIK, SH, mengungkapkan, pihaknya sudah menahan seorang oknum guru PNS SDN di Rambah berinisial AR, dengan tuduhan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur.

‎AKP Harry menjelaskan, dugaan pencabulan dilakukan tersangka AR terhadap 5 murid perempuannya, diperkirakan terjadi di dalam kelas saat proses belajar mengajar di kelas di SDN di Rambah, sejak November 2017 hingga Januari 2018.

Baca: Wagub Minta Hilangkan Kampanye Berbau SARA dan Ujaran Kebencian

Lebih lanjut dijelaskanya, ‎sejauh ini Kepolisian baru mencatat sedikitnya 5 anak perempuan berusia 11 tahun hingga 12 tahun yang diduga menjadi korban tindak pidana pencabulan dilakukan tersangka AR, yakni R, S, RI, NW, dan SH.

AKP Harry menerangkan, dari keterangan salah seorang saksi, dugaan pencabulan dilakukan AR terjadi di kelas, saat proses belajar mengajar. Awalnya, pelaku mendekati korban, merangkul bahu korban sebelah kanan dengan menggunakan tangan kanan.‎

Baca: Mirip Marion Jola, Cewek Seksi Ini Lakukan 3 Gerakan Ini di Mobil, Netizen Tak Ketinggalan Hebohnya

Karena korban diam, tambahnya, pelaku meremas payudara korban sebelah kanan dan bagian alat vitalnya.‎ Namun korban mengelakkan tangan pelaku dan pelaku pergi.

"Diduga kejadian serupa juga terjadai kepada teman-teman korban yang lainnya dalam rentang waktu sejak November 2017 hingga Januari 2018 tersebut," katanya, Senin (29/1/2018).

Halaman
12
Editor: suci
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved