Inilah Manfaatnya Rutin Melaksanakan Salat Dhuha

Selain salat wajib yakni salat lima waktu, terdapat pula salat "sunnah" yang pada hakikatnya tentunya sangat baik apabila turut serta dilaksanakan.

Salat Dhuha 

TRIBUNJAMBI.COM - Sesungguhnya melaksanakan salat 5 waktu adalah kewajiban mutlak bagi seluruh umat muslim di seluruh dunia, hal tersebut tertera pada Rukun Islam kedua yang berbunyi bahwa salat adalah pasal wajib setelah mengucap kalimat "syahadat".

Selain salat wajib yakni salat lima waktu, terdapat pula salat "sunnah" yang pada hakikatnya tentunya sangat baik apabila turut serta dilaksanakan.

Baca: RSUD H Abdul Manap Kedatangan Dokter Tambahan

Baca: Jutaan Rahasia Dahsyat dari Salat Subuh, Satu Diantaranya Kesehatan Jantung

Salah satunya salat dhuha yang kaya akan manfaat apabila dikerjakan, Salat Dhuha pada hakikatnya memiliki manfaat datangnya rezeki.

Baca: Halo Ibu Hamil, Jangan Buru-buru Caesar, Begini Cara Membujuk Bayi Lahir Normal

Selain itu manfaat salat dhuha juga tercantum pada bunyi hadits yang menyebutkan, Rasulullah SAW bersabda :

Salat Dhuha itu salat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim).

Baca: Pemilik Bentuk 8 Kuku ini Bisa Ditelisik Kepribadiannya, Lihat Kukumu Adakah Diantarnya?

Baca: FOTO: Pendapatan Gerai Makanan Ini di Bandara Minimal Rp 1 Juta per Hari

Dalam artian jika dilaksanakan maka sejuta manfaat akan menanti bagi insan yang mengerjakan salat dhuha tersebut.

Adapun waktu yang afdal untuk melaksanakan shalat dhuha yakni untuk melaksanakan dhuha adalah Antara jam 08:00 - 11:00 Pagi.

Keutamaan, Manfaat, Rahasia Salat Dhuha : Dari Abu Dzar, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda :

“Pada pagi hari setiap tulang (persendian) dari kalian akan dihitung sebagai sedekah. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kebaikan (amar ma’ruf) dan melarang dari berbuat munkar (nahi munkar) adalah sedekah. Semua itu cukup dengan dua rakaat yang dilaksanakan di waktu Dhuha.” HR. Muslim, Abu Dawud dan riwayat Bukhari dari Abu Hurairah. (*).

Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved