Bayi Tidur Ternyata Tidah Harus Memakai Bantal dan Selimut

Lebih dari setengah orangtua di Amerika mengatakan bahwa bayi mereka tidur di bantal, selimut, dan perlengkapan tidur lain,

Bayi Tidur Ternyata Tidah Harus Memakai Bantal dan Selimut
Net
111201EMPENG_BAYI 

TRIBUNJAMBI.COM - Lebih dari setengah orangtua di Amerika mengatakan bahwa bayi mereka tidur di bantal, selimut, dan perlengkapan tidur lain, meskipun para dokter dan tenaga medis tidak merekomendasikan penggunaannya. 

Bayi tak perlu tidur dengan bantal dan selimut , demikian disimpulkan oleh studi baru yang dirilis oleh pemerintah.

Membiarkan bayi tidur di ranjang tanpa seprei yang longgar dinilai sebagai salah satu tindakan tepat menjaga keamanan dan kesehatan bayi.

Cara ini ampuh mengurangi risiko sesak napas dan sindrom kematian bayi secara mendadak (SIDS), seperti yang ditulis peneliti yang juga berasal dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

“Kita tidak banyak memahami mengenai berapa banyak bayi di Amerika yang ditidurkan dengan lingkungan di mana perlengkapan tidur serta selimut digunakan,” ujar Carrie Saphiro-Mendoza, pemimpin penelitian sekaligus peneliti senior di divisi kesehatan reproduksi di CDC, Atlanta.

Baca: Sebut Lagu Asal Kau Bahagia Terinspirasi Pengalaman Pribadi, Ternyata Rizal Mau Menikah

Akademi Pediatri Amerika menyarankan agar bayi direbahkan di atas kasur yang rata, tanpa menggunakan berbagai perlengkapan tidur seperti bantal, selimut, maupun guling. “Bahayanya terletak pada ketebalan selimut atau bantal yang dapat menghambat bayi bernapas, dan membuat mereka tak dapat bernapas sempurna,” ujar Saphiro Mendoza.

Baca: Wanita Baca Ini! Ada Bercak Darah Saat Keputihan, Itu Tidak Normal

Rekomendasi mengenai aturan tidur yang aman dibuat pertama kali pada pertengahan 1990. Dalam jurnal Pediatrics diungkapkan bahwa kasus SIDS menurun pada kurun waktu 2000 hingga 2010. Sementara, rata-rata kasus sesak napas menjadi bertambah dua kali lipat dari 7 kasus per 100.000 bayi baru lahir menjadi sekitar 16 kasus per 100.000 bayi.

Untuk studi terbaru ini, para peneliti menggunakan data dari bayi berusia di bawah 8 bulan, yang dikumpulkan dari tahun 1993-2010 sebagai bagian dari studi National Infant Sleep Position. Peneliti menuliskan, 86 persen orangtua menidurkan bayi mereka dengan seprei yang longgar antara tahun 1993 hingga 1995. Lalu, angka menurun menjadi sekitar 55 persen antara tahun 2008 hingga 2010.

Baca: Ini Lho, Lagu Armada yang Paling Menuai Antusias Masyarakat Jambi

Selama periode penelitian terbaru ini, peneliti menemukan bahwa ibu muda serta ibu dengan tingkat pendidikan rendah setingkat SMP atau SMA biasa menidurkan bayi dengan seprei yang longgar.

“Mungkin saja tindakan orangtua ini karena melihat dari majalah dan tayangan televisi di mana bayi tidur menggunakan selimut dan bantal. Hal ini mungkin dianggap gagasan baik dan aktivitas yang aman sesuai normal. Orangtua sudah seharusnya lebih intensif, menghangatkan dan memberi rasa nyaman pada bayi tidak berarti dengan menyelimuti bayi dan membuatnya sesak napas,” ungkap Shapiro-Mendoza.

Baca: Detik-detik Penangkapan JN, Fakta Oknum Perawat National Hospital ini Mengejutkan!

Studi lainnya menemukan bahwa satu dari delapan bayi meninggal akibat sesak napas yang disebabkan bayi ditidurkan di atas sofa. Saphiro juga menyarankan bahwa orangtua harus tahu bahwa tempat teraman bagi bayi saat tidur adalah di kasur yang diselimuti seprei tipis dan pas ukurannya. Sekali lagi, bayi tak perlu tidur dengan bantal dan selimut.(*)

Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved