Breaking News:

Kalau Jual 'Daging' Aku Pengalaman, Kalau Jadi Germo, Aku Tidak Bisa, Kata Dolly

"Kalau jual 'daging' aku pengalaman. Tapi kalau disuruh jadi germo, aku tidak bisa," ujarnya.

Editor: Edmundus Duanto AS
Advenso Dollyres Chavit. (dok. Majalah Jakarta-Jakarta) 

TRIBUNJAMBI.COM - Pada waktu penutupan lokalisasi Gang Dolly muncul pro kontra. Tetapi sesungguhnya protes pertama sudah terjadi puluhan tahun sebelumnya. Ini menyangkut penggunaan nama "Dolly".

Siapa yang pertama melayangkan protes? Ya, Dolly sendiri.

"Kenapa kok (pakai) namaku? Padahal germo di sana kan banyak?" tanyanya, pada tahun 1990-an.

Sosok Dolly memang seperti legenda. Legenda dalam dunia persyahwatan di Surabaya. Sohor, tetapi jarang sekali bisa dijumpai.

Orang kerap berasumsi ia adalah seorang germo, perempuan, keturunan Belanda. Ada yang bilang namanya Dolly van der Mart. Desas-desus lain menyebutkan dia sebenarnya seorang lelaki.

Sebab sebagai germo panggilannya bukan "Mami" tetapi "Papi Dolly". Benarkah? Tidak. Lalu?

Jadi, siapa sebetulnya Dolly?

BACA Latihan Lima Jam Sehari, 10 Atlet Wushu Jambi Siap-siap ke Kejurnas

Dolly adalah nama panggilan. Nama lengkapnya Advenso Dollyres Chavit. Chavit adalah nama ayahnya, seorang Filipina. Ibunya bernama Herliah, orang Jawa. Dolly lahir sekitar tahun 1929.

"Aku ini hanya sekolah mindho (level SMP). Itu pun tidak tamat karena ada perang. Ibuku pun bukan orang yang mampu. Maka hidupku biasa-biasa saja, tidak ada peningkatan," tutur Dolly kepada Bambang Andrias, kontributor Majalah Jakarta-Jakarta, 27 tahun silam.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved