Breaking News:

Asal Usul Gang Dolly, Jual Daging Pengalaman, Jadi Germo Aku Tidak Bisa

"Aku ini cantik. Tubuhku tinggi-ramping. Banyak lelaki tergila-gila," jelas Dolly.

Editor: Edmundus Duanto AS
Advenso Dollyres Chavit dan keluarga (dok. Majalah Jakarta-Jakarta) 

TRIBUNJAMBI.COM - Ramai diiberitakan aktivitas di Gang Dolly, Surabaya saat ini kembali marak.

Tribunnews.com (21/1) memberitakan bahwa tujuh orang, termasuk mucikari, telah diamankan polisi karena praktik prostitusi. Padahal sejak 19 Juni 2014 lalu kawasan tersebut telah resmi ditutup.

Sebenarnya pada waktu penutupannya, muncul pro kontra. Tetapi sesungguhnya protes pertama sudah terjadi puluhan tahun sebelumnya. Ini menyangkut penggunaan nama "Dolly".

Siapa yang pertama melayangkan protes? Ya, Dolly sendiri. "Kenapa kok (pakai) namaku? Padahal germo di sana kan banyak?" tanyanya pada tahun 1990-an.

Sosok Dolly memang seperti legenda. Legenda dalam dunia persyahwatan di Surabaya. Sohor, tetapi jarang sekali bisa dijumpai.

Sejumlah PSK dipajang di Gang Dolly Surabaya.
Sejumlah PSK dipajang di Gang Dolly Surabaya. (dok.Surya)

BACA VIDEO : Final Piala Gubernur Cup Jambi 2018 Sempat Ricuh, Suasana Tenang Setelah Kapolda Berbicara

Orang kerap berasumsi ia adalah seorang germo, perempuan, keturunan Belanda. Ada yang bilang namanya Dolly van der Mart. Desas-desus lain menyebutkan dia sebenarnya seorang lelaki.

Sebab sebagai germo panggilannya bukan "Mami" tetapi "Papi Dolly". Benarkah? Tidak. Lalu?.

Jadi, siapa sebetulnya Dolly?

Dolly adalah nama panggilan. Nama lengkapnya Advenso Dollyres Chavit. Chavit adalah nama ayahnya, seorang Filipina. Ibunya bernama Herliah, orang Jawa. Dolly lahir sekitar tahun 1929.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved