Pendamping Desa di Merangin ini Tertipu Belanja Online, Waspada Jangan Terperdaya Harga Murah

Korban Asori ditemui di Mapolres Merangin saat melapor kejadian yang menimpanya mengatakan, kejadian berawal satu minggu yang lalu

Pendamping Desa di Merangin ini Tertipu Belanja Online, Waspada Jangan Terperdaya Harga Murah
SHUTTERSTOCK
ONLINE SHOPPING 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO – Sial dialami Ansori warga Jelatang, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin. Pria yang bekerja sebagai pendamping desa ini tertipu belanja online di situs Baby Stroller.

Korban Asori ditemui di Mapolres Merangin saat melapor kejadian yang menimpanya mengatakan, kejadian berawal satu minggu yang lalu.

Dimana Ia bersama istrinya ingin membeli mobil mainan untuk putranya.

Melalui situs media sosial istrinya mencari-cari informasi situs yang menjual mobil mainan tersebut. Akhirnya mereka menemukan situs Baby Stroller yang menawarkan penjualan mobil mainan.

Sebelum memesan di situs tersebut ia bersama istrinya mencari perbandingan harga di toko-toko yang ada di Kota Bangko. Diketahui bahwa ditus tersebut jauh lebih murah dari yang dijual di toko.

“Disitus itu harganya memang murah, hanya Rp 1.4 juta. Sementara di toko yang ada di pasar harganya Rp 2 juta hingga Rp 3 juta,” sebutnya.

Merasa lebih murah melalui online, istrinya pun langsung memesan melalui situs online Baby Stroller yang alamat pusatnya di Surabaya. Setelah berkomunikasi melalui WA dengan pihak situs online, pada senin lalu Ansori mentransfer uang untuk pembelian ke rekening yang diminta oleh situs tersebut.

“Katanya setelah uang ditransfer barang akan datang setelah dua atau tiga hari kedepan. Jadi saya transfer uang ke rekening atas nama Wawan Hidayat,” sebutnya.

Namun lanjutnya, setelah ditunggu selama tiga hari barang yang dipesannya tak kunjung datang. Khawatir dirinya pun langsung menghubungi pihak situs online tersebut melalui WA yang sama saat ia memesan barang tersebut.

“Katanya tiga hari sudah datang barangnya, tapi sudah empat hari belum juga datang. Khawatir saya coba hubungi WA pengelola situs tersebut, tapi saat saya hubungi nomor saya langsung diblokirnya,” jelasnya.

Merasa telah menjadi korban penipuan belanja online, Ansori pun melaporkan kejadian yang dialami ke Mapolres Merangin.

“Kalau uang saya bisa kembali saya rasa tidak mungkin lagi. Tapi saya melapor agar tidak ada lagi orang yang menjadi korban seperti saya,” pungkasnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Merangin, AKP Sandi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, korban datang melapor pada, Kamis (18/1) sore.

“Kita sudah minta keterangan pelapor. Saat ini masih dalam lidik,” singkatnya.(*)

Penulis: heru
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved