Begini Curhat Pedagang Ikan di Pasar Induk Pal 10, Omzet Merosot 30 Persen, Ini Penyebabnya

Dedy berharap pemerintah konsisten dan tegas. Kalau hendak mengidupkan pasar. Semuanya pedagang diarahkan.

Begini Curhat Pedagang Ikan di Pasar Induk Pal 10, Omzet Merosot 30 Persen, Ini Penyebabnya
Tribun Jambi
Suasana Pasar Induk Pal 10 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pasar Induk Pal 10, Kota Jambi, sudah mulai ramai. Pedagang, agen dan sub agen, sudah mulai menggunakan bangunan yang berada di Talang Gulo, di Jalan Lingkar Selatan.

Pantauan tribunjambi.com, Jumat (19/1) siang, ada ratusan ruko permanen di sana. Ruko-ruko itu dipisahkan tiga lorong dan dibelah satu lorong utama. Ada juga 18 ruko sejajar di bagian belakang.

Selain ruko, ada sekira 100 lapak pedagang subagen yang non-permanen, yang terbuat dari papan dan balok kayu dan beratap terpal.

Pedagang hanya disediakan lahan berjualan. Mereka belum dikenakan uang sewa atau retribusi.

Perlengkapan, seperti meja, disediakan pedagang. Ruko telah dialiri listrik dengan membayar Rp 5 ribu per bola lampu. Pedagang berjualan mulai pukul 21.00- 05.00.

BACA Sudah Serius dengan Pacar yang Baru? Ini Pilihan Momen yang Tepat Mengenalkannya pada Keluarga

Seorang pedagang, Dedy, mengatakan keramaian hanya terjadi saat awal relokasi. "Sekarang sudah mulai sepi. Adzan subuh sudah tidak ada lagi pedagang," katanya.

Dia mengungkapkan itu karena pedagang belum semua masuk ke pasar induk. Hanya ada delapan pedagang yang jualan di pasar induk dari sekitar 30 penjual ikan es. Terlebih lagi saat ini, pedagang sudah bisa masuk Pasa Angso Duo pukul 01.00.

Keadaan itu, membuat pedagang ikan es mengalami kemerosotan pembeli hingga 30 persen.

Halaman
12
Penulis: Darwin
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved