Bunuh Dewi Astuti, Erwin Divonis 9 Tahun Penjara

Erwin Yogo Cahyono, pelaku pembunuhan Dewi Astuti divonis sembilan tahun penjara. Vonis ini dijatuhkan

Bunuh Dewi Astuti, Erwin Divonis 9 Tahun Penjara
TRIBUNJAMBI/DEDY NURDIN
ILUSTRASI Darmawan, mantan bendahara pengeluaran Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merangin menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi pada Senin (15/1/2018) 

TRIBUNJAMBI.COM- Erwin Yogo Cahyono, pelaku pembunuhan Dewi Astuti divonis sembilan tahun penjara.

Vonis ini dijatuhkan kepada Erwin dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, kemarin.

Majelis hakim yang diketuai Puji Widodo menyatakan terdakwa Erwin terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam pasal 338 KUHP.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Erwin Yogo Cahyono selama sembilan tahun penjara dikurangi masa tahanan," ujar Puji dalam amar putusannya.

Baca: Kecewa dengan Mertua, Wanita Ini Nekat Bongkar Rumah. Alasannya Tua Pro dan Kontra

Baca: Demi Kuliah dan Rumah Untuk Orangtua, Gadis Cantik Lelang Keperawanannya. Saat Ini Tawarannya

Baca: Makjleb! Istri Pertama Ustaz Arifin Ilham Tak Mau Madunya Janda Tua, Netizen: Dalam Hati Nyesek!

Vonis ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang yakni 13 tahun penjara.

Hal yang dianggap memberatkan terdakwa yakni perbuatan menghilangkan nyawa seseorang sementaran hal meringankan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya serta masih memiliki tanggungan keluarga.

Terdakwa Erwin mengaku menerima putusan majelis hakim.

"Kami menerima putusan Yang Mulia," ujar Erwin.
JPU Kejari Semarang, Dadang Suryawan, juga menerima vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap Erwin.

Karena JPU dan terdakwa menerima putusan majelis hakim, maka perkara tersebut dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap.

Peristiwa pembunuhan Dwi Astuti terjadi pada Selasa (15/8/2017) lalu.

Pembunuhan itu terjadi di rumah kontrakan terdakwa di Tegalsari, Candisari, Kota Semarang.

Dewi yang merupakan selingkuhan terdakwa sempat bertengkar dengan terdakwa.

Pertengkaran ini membuat terdakwa emosi lalu mendorong tubuh korban hingga jatuh di atas kasur.

Terdakwa lalu membekap mulut dan hidung korban menggunakan tangan.

Selain itu, terdakwa juga mencekik leher korban.

Korban meronta kemudian terdakwa menindih dada korban hingga meninggal dunia.

Terdakwa lalu membuang jenasah korban di pinggir jalan daerah Pawiyatan Luhur, Gajahmungkur, Kota Semarang.

Editor: rida
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved