Perkantoran Bukit Tengah Mulai Ditempati, Tahun Lalu Silpa Rp 1,5 Miliar

"Rekomendasi dari Kejati Jambi sudah kita terima pada 20 Desember 2017. Izin oleh Kejati bahwa sudah bisa..."

Penulis: hendri dede | Editor: Edmundus Duanto AS
Perkantoran Bukit Tengah Mulai Ditempati, Tahun Lalu Silpa Rp 1,5 Miliar
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA
Kejati Jambi tinjau kompleks Bukit Tengah.

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendridede Putra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Proses kelanjutan pembangunan kompleks perkantoran Bukit Tengah, Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, bisa dilanjutkan.

Kepastian pembangunan dilanjutkan, karena surat rekomendasi dari Kejati Jambi. Sebelumnya, pemkab meminta untuk melanjutkan pembangunan.

"Rekomendasi dari Kejati Jambi sudah kita terima pada 20 Desember 2017. Izin oleh Kejati bahwa sudah bisa merenovasi dan memberlakukan kantor di Siulak. Dan proses hukum tetap berlangsung. tapi kantor sudah bisa direhap. Dan tahun ini sudah ada beberapa kantor pindah kesana," katanya, Rabu (17/1).

Adirozal mengatakan pembangunan infrastruktur Bukit Tengah yang tidak berkaitan dengan pemeriksaan dari Kejati Jambi terus dilakukan pemkab Kerinci. Seperti, pembangunan infrastruktur jalan menuju pusat perkantoran pada 2017.

“Infrastruktur jalan sudah kita bangun tahun 2017 lalu. Untuk perkantoran, kita kembali akan melaksanakan pembangunan di tahun ini. Sehingga perkantoran yang sudah selesai dibangun segera ditempati,” terangnya.

Selain persoalan pembangunan infrastruktur, lanjutnya, Pemda Kerinci juga akan memasukkan aliran listrik ke komplek perkantoran tersebut. Sebab, kata dia, saat ini dilokasi belum ada aliran listrik. “Aliran listrik juga kita akan bangun, seiring dengan renovasi dan peningkatan pembangunan kantor yang telah ada sekarang. Apabila semuanya sudah siap, kantor OPD yang sudah dibangun bisa menempatinya secepat mungkin,” terangnya.

"Tahun lalu dianggarkan Rp1,5 m Jadi Silpa karena belum ada iizjn. Mudah-mudahan di APBD perubahan dianggarkan pada tahun ini. Baru kantor BPBD yang ditempati," katanya

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi hingga saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan tim ahli teknis dari Dinas Pekejaan Umum Provinsi Jambi dan penyidik Kejati Jambi yang turun ke Kerinci belum lama ini, terkait dengan kasus kompleks perkantoran Bukit Tengah di Siulak.

"Untuk kasus ini terus berjalan. Saat ini kita masih menunggu hasil turunnya tim ahli teknis belum lama ini ke Kerinci," kata Kepala Seksi Penyidikan Kejati Jambi, Imran Yusuf

Untuk kelanjutan pembangunan kompleks perkantoran Bukit Tengah, Imran mengatakan bahwa itu sekarang tinggal kewenangan dan teknis dari pemerintahan daerah yang bersangkutan, karena tidak ada kewenangan dari penegak hukum.

"Kita sudah memeriksa secara teknis. Untuk sampel proses hukum sudah ada, jadi kami tidak membutuhkan lagi. Mau melanjutkan pembangunan silakan, karena sebagai penegak hukum kami tidak punya hak menghalangi pembangunan karena untuk kepentingan umum," terangnya

Lebih lanjut Imran mengatakan, tidak ada istilah penegak hukum mengeluarkan rekomendasi, karena untuk melanjutkan pembangunan merupakan kewenangan pemerintah.

"Kemarin memang ada Pemerintah Kabupaten Kerinci menanyakan hal tersebut. .aka kami jawab bahwa silakan dibangun, karena penegak hukum tidak ada hak untuk menghalangi pembangunan. Yang punya kewenangan terkait kelanjutan pembangunan adalah pemerintah," katanya.

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved