Dinkes Kerinci Akan Gelar Imunisasi Difteri, Gratis! Simak Juga Gejala Mendadak Difteri

Pemerintah Kabupaten Kerinci, mengimbau warganya untuk melaksanakan imunisasi gratis difteri.

Dinkes Kerinci Akan Gelar Imunisasi Difteri, Gratis! Simak Juga Gejala Mendadak Difteri
Virus Difteri 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Pemerintah Kabupaten Kerinci, mengimbau warganya untuk melaksanakan Outbreak Response Imunization Difteri (ORI Difteri) atau disebut juga sebagai imunisasi gratis difteri.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hamsal Rabit, mengatakan pada tahun 2017, untuk Pemkab Kerinci tidak mendapatkan jatah untuk melakukan ORI difteri.

"Untuk 2017, khusus program imunisasi di wilayah Jawa dan Bali, sementara untuk kita pada tahun 2018 ini," ujarnya.

Pihaknya sudah siapkan sistim dan pelaksanaan, dan nanti akan diumumkan.

Dijelaskannya, bahwa ORI merupakan suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya memutuskan transmisi penularan penyakit difteri pada anak usia 1 tahun sampai dengan 19 tahun tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

"ORI akan dilaksanakan sebanyak tiga putaran, dengan interval 0-1-6 bulan. ORI akan memberikan vaksin dengan ketentuan DPT-HB-Hib bagi usia 1 tahun sampai 5 thn, DT usia 5 tahun sampai 7 tahun, serta TD usia 7 tahun sampai 19 thn," katanya Minggu (14/1).

Kemungkinan untuk pelaksanaannya, akan dilakukan di sekolah masing-masing, mulai dari TK/PAUD, SD/ MI/ Sederajat SMP/MTS/ Sederajat, SMA /MA/ Sederajat, Perguruan Tinggi / Universitas, Rumah Sakit, Puskesmas, Posyandu, dan Pos Vaksinasi lain yang ditetapkan Puskesmas.

Penyakit Difteri disebabkan infeksi bakteri Corynebacterium Diptheriae yang dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti sumbatan saluran nafas serta peradangan pada otot jantung bahkan kematian.

Adapun gejalanya antara lain demam 38 derajat celsius, sakit menelan, selaput putih keabu-abuan di tenggorokan, leher membengkak dan sesak nafas disertai suara mengorok.

"Selain itu, bakteri Corynebacterium diptheriae akan mengeluarkan racun difteri yang bisa membuat peradangan otot jantung dan akhirnya menyebabkan kematian. Pengobatannya yaitu rawat inap di ruangan isolasi, pemberian antibiotik, dan jika perlu diberikan anti racun difteri atau Anti Difteri Serum," tambahnya.

Sementara itu Bupati Kerinci, Adirozal mengimbau masyarakat untuk mengikuti imunisasi serentak tersebut.

"Kita imbau yang belum imunisasi masyarakat itu berfikiran luas, jernih, berbaik sangka, segera lah untuk ikut imunisasi," ujarnys

Pasalnya sambung Bupati, Kalau keselamatan jiwa itu memang perlindungannya dengan vaksin maka vaksin itu harus.

"Ini langkah darurat yang harus diserukan ke masyarakat, untuk menyelamatkan jiwa dengan cara melakukan vaksin itu," tandasnya. (hdp)

Penulis: hendri dede
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved