Mulyadi Tambah Server Ukuran Gede, Supaya E-KTP Lancar

"Yang kemarin 16 terabyte, sekarang 32 terabyte. Kita punya dua. Kita tambah lagi yang 16 terabyte. Itu untuk back up data," jelasnya.

Editor: Duanto AS
Tribun Jambi/Mareza Sutan A J
Warga mengurus di kantor Disdukcapil Kota Jambi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jambi, per Desember 2017, jumlah warga Kota Jambi sekira 435 ribu jiwa.

"Sekitar 97,5 persen sudah melakukan rekam e-KTP. Sisanya, ada sekitar 14 ribu lagi," jelasnya.

Mengenai ketersediaan blangko, Mulyadi menyampaikan saat ini tersedia 7.000 blangko e-KTP. "Nanti menurut list-nya, ada yang sudah siap cetak, itu yang kita cetak duluan," ujarnya.

Mulyadi menuturkan sebelumnya memang ada keterbatasan jumlah blangko. Hal itu membuat Dinas Dukcapil mengeluarkan KTP sementara. "Kita targetkan, paling lama tiga hari, sudah bisa diambil," ujar Mulyadi.

Seorang warga Kota Jambi, Nurma mengatakan harus menunggu dulu untuk mendapatkan e-KTP. "Mau bagaimana lagi," ujarnya.

Terkait itu, Mulyadi mengatakan semua data yang masuk akan ditransfer ke pusat. "Jadi, di sana diproses. Ada yang jadi lebih lama, karena mungkin ada masalah dengan datanya," jelasnya.

Masalah yang dimaksud, seperti proses perekaman data yang tidak sesuai, data ganda. "Kadang masyarakat ini pernah rekam di tempat lain. Terus rekam lagi di sini. Datanya lebih dari satu. Harus kita periksa lagi," jelasnya. Menurutnya, hal semacam itu dapat berakibat perekaman data ulang.

Mulyadi mengatakan antrean banyak sehingga memperlambat proses input data.

Sejak akhir 2016 sampai 2017, pengadaan blangko memang terhambat. Meski demikian, Mulyadi mengatakan Dinas Dukcapil akan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik.

"Untuk alat, alhamdulillah, tidak ada yang rusak. Ada yang rusak, kita perbaiki. Kendalanya menunggu data diproses di pusat," ujarnya.

Untuk mempermudah proses pembuatan e-KTP, Dinas Dukcapil berkoordinasi dengan lurah dan camat setempat. "Kita terapkan perekaman mobile, agar lebih memudahkan," kata Mulyadi.

Dinas Dukcapil juga menyediakan dua server tambahan berkapasitas besar. "Yang kemarin 16 terabyte, sekarang 32 terabyte. Kita punya dua. Kita tambah lagi yang 16 terabyte. Itu untuk back up data," jelasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved