Mulyadi, PNS Pembobol Duit Negara Rp 4,6 Miliar Divonis 7 Tahun Penjara

Selain penjara 7 tahun, Mulyadi juga mendapat pidana tambahan membayar uang pengganti kerugian negara Rp 4,6 miliar.

Mulyadi, PNS Pembobol Duit Negara Rp 4,6 Miliar Divonis 7 Tahun Penjara
Tribun Jambi
Sidang kasus dugaan korupsi markup gaji pegawai golongan III di Setda Provinsi Jambi senilai Rp 4,6 miliar iru dibacakan majelis hakim yang diketuai Khairulludin, Rabu (10/1). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedy Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mulyadi, Staf Bendahara Pengeluaran di Sekretariat Daerah Provinsi Jambi, hanya tertunduk saat mendengar putusan. Majelis Hakim Tipikor Jambi yang diketuai Khairulludin, Rabu (10/1). Hakim menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara untuknya.

Terkait kasus dugaan korupsi markup gaji pegawai golongan III di Setda Provinsi Jambi senilai Rp 4,6 miliar, majelis hakim menyatakan terdakwa telah secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum atas tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Mulyadi telah terbukti bersalah melakukan korupsi secara berlanjut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana tujuh tahun denda Rp 200 juta, subsider tiga bulan," kata Khairulludin.

Mulyadi juga mendapat pidana tambahan membayar uang pengganti kerugian negara Rp 4,6 miliar.

"Jika waktu satu bulan, maka diganti pidana selama tiga tahun dan enam bulan. Dan menetapkan terdakwa tetap ditahan," ujar Khairulludin.

Atas putusan itu, Mulyadi melaku penasehat hukumnya, Tengku Ardiansyah, dan Jaksa Penuntut Umum Kejati Jambi menyatakan pikir-pikir. (Dnu)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved