Sepanjang Tahun 2017 LPM Unja Teken 24 Kerjasama
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Jambi (Unja) sepanjang tahun 2017
Penulis: Deni Satria Budi | Editor: bandot
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Deni Satria Budi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Jambi (Unja) sepanjang tahun 2017 ini, telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk perkembangan penelitian.
Dan, LPPM memfasilitasi penelitian dan kajian untuk mendorong lahirnya produk dan teknologi tepat guna yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Kepala LPPM Unja Dr Ade Octavia, mengatakan, sepanjang 2017 telah dijalin sebanyak 24 kerja sama dengan berbagai pihak serta pengembangan penelitian salah satunya untuk mendorong inovasi produk yang dibutuhkan di masyarakat.
Menurutnya, beberapa hasil penelitian Unja menghasilkan beberapa produk inovatif yang telah dipamerkan dan diuji secara akademis yang mendapat pengakuan dan apresiasi.
"LPPM Unja terus melakukan upaya-upaya aktif meningkatkan minat untuk melakukan penelitian, termasuk pengembangan produk inovatif dalam mendorong misi pengabdian kepada masyarakat. Selain dalam bentuk penelitian, kita juga dorong jiwa wirausaha para mahasiswa. Salah satunya dengan mendorong inovasi produk, dan kita dorong bersama unit lainnya agar bisa bermanfaat bagi masyarakat," jelas Ade Octavia, Kamis (21/12).
Kerja sama yang dijalin sepanjang 2017 ini bilang Ketua LPPM Unja, antara lain dengan lembaga perguruan tinggi, kementerian, pemerintah daerah, lembaga negara serta dengan beberapa lembaga dan perguruan tinggi luar negeri. Beberapa kerja sama itu antara lain dengan kabupaten dan kota di Jambi, Kementerian Keuangan, BKKBN, Dewan Pers, Badan Restorasi Lahan Gabut dan lainnya. Sedangkan kerja sama dengan lembaga pendidikan luar negeri antara lain penelitian kehutanan yang bekerjasama dengan salah satu perguruan tinggi di Jerman.
"Akan kita tingkatkan lagi tahun 2018 nanti. Penelitian yang dilakukan para peneliti Unja juga wajib untuk menjadi bahan yang dipublikasikan di jurnal nasional maupun jurnal internasional," katanya.
Terkait perubahan status Universitas Jambi menjadi Badan Layanan Umum (BLU) sejak 1 November 2017, kata Ade Octavia juga memberikan peluang peneliti Unja bisa meningkatkan kuantitas maupun kualitas penelitian. Dengan status baru itu, kata dia anggaran penelitian dipastikan meningkat.
"Dengan status baru sebagai BLU, maka anggaran penelitian dipastikan meningkat dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Unja. Bila saat ini anggaran penelitian sekitar 10 persen, maka tahun depan bisa 15 persen PNBP. Yang jelas penelitian dan pengabdian masyarakat mendapat dukungan penuh dari pimpinan," ujar Ketua LPPM Unja, menutup. (*)