Senin, 13 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Astaga, Warga di Sini Banyak Terserang Penyakit Infeksi Saluran Kencing, Kencing Nanah dan Sipilis

Kecamatan Semarang Barat merupakan wilayah yang memiliki satu lokalisasi terbesar di Kota Semarang.

Editor: rida
stomp
ILUSTRASI penyakit kelamin 

TRIBUNJAMBI.COM- Kecamatan Semarang Barat merupakan wilayah yang memiliki satu lokalisasi terbesar di Kota Semarang.

Lokalisasi ini akrab disebut kawasan Sunan Kuning (SK) atau resminya disebut Resosialisasi Argorejo.

Melihat fenomena tersebut, Camat Semarang Barat, Sumarjo, mengatakan, masyarakat wilayahnya sangat berpotensi terserang penyakit kelamin.

Penyakit kelamin yang saat ini menyerang beberapa warga Semarang Barat yakni inveksi kelamin hingga sipilis.

"Enak e semenit rekosone selangit. Penyakit yang banyak menyerang warga Semarang Barat itu pastinya penyakit kelamin," kata Sumarjo dalam acara Klinik Hukum Kesehatan Masyarakat Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) Kota Semarang, Selasa (12/12/2017) malam.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Semarang, Sarwoko, menuturkan, tugas menekan angka penularan penyakit kelamin di Kecamatan Semarang Barat dilaksanakan oleh Puskesmas Lebdosari.

"Di Semarang Barat ada lima puskesmas dan yang bertugas di kawasan SK itu Puskesmas Lebdosari," kata Sarwoko.

Dari paparan Sumarjo dalam kegiatan itu, penyakit infeksi saluran kencing (ISK), kencing nanah dan sipilis menjadi penyakit yang paling banyak menyerang warga Semarang Barat.

Terkait HIV/Aids, Sumarjo menuturkan di wilayah Semarang Barat terjadi trend kenaikan pengidap HIV.

"Ada kenaikan pengidap HIV di Kota Semarang dan Semarang Barat tapi jumlah pastinya saya kurang paham," katanya.

Kegiatan Klinik Hukum Kesehatan Masyarakat yang digalakkan Peradi Kota Semarang ini dilaksanakan di Aula Kantor Camat Semarang Barat.

Ketua Peradi Kota Semarang, Theodorus Yosep Parera, mengatakan, kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan di seluruh wilayah Kota Semarang.

"Kami sudah laksanakan di beberapa tempat, rencananya nanti semua wilayah agar informasi tentang hukum kesehatan masyarakat bisa tersampaikan merata dan tidak ada lagi masyarakat yang tidak mendapat pelayanan kesehatan dari pemerintah," kata Yosep.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved