Gas Elpiji

Warga Muarojambi Masih Keluhkan Gas Elpiji 3 Kg Mahal dan Langka

Warga di sejumlah wilayah dalam Kabupaten Muarojambi masih mengeluhkan mahalnya harga gas elpiji 3Kg di pangkalan.

Warga Muarojambi Masih Keluhkan Gas Elpiji 3 Kg Mahal dan Langka
TRIBUNJAMBI/ROHMAYANA
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Warga di sejumlah wilayah dalam Kabupaten Muarojambi masih mengeluhkan mahalnya harga gas elpiji 3Kg di pangkalan. Gas subsidi tersebut dijual diatas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan yakni Rp17 ribu pertabung. Namun warga harus membayar Rp 23 ribu untuk mendapatkan gas Melon.

Seperti yang dikatakan oleh Parjuni, satu diantara warga Tunas Mudo, Kecamatan Sekernan, Muarojambi.  "Ada pangkalan yang menjual diatas HET, bahkan harganya mencapai Rp23 ribu/tabung," cetus Parjuni kepada Tribunjambi.com, Selasa (12/12).

Selain mahal, Parjoni juga menyebutkan pasokan gas di pangkalan juga sering kosong. Dia menuding, oknum pemilik pangkalan nakal, sengaja menjual jatah gas ke desa lain dengan tujuan meraup untung besar.

Baca: Berdua dalam Lift, Cewek Ini Cepat-cepat Turunkan Celana. Kejadian Selanjutnya Bikin Melongo

"Masak baru datang pagi, keesokan harinya gas tersebut sudah habis," keluhnya.

Sementara itu Edi, pemilik pangkalan di desa tersebut saat dikonfirmasi membantah kalau gas yang ada di pangkalannya dijual ke desa lain. Ia mengaku, gas melon di pangkalannya sering habis akibat terjadi pengurangan jatah dari agen.

“Dari distributor biasanya 300 tabung, sekarang cuma 100 tabung perminggunya. Saya juga tidak pernah menjual gas diatas HET," Kata Edi. 

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Muarojambi Nur Subiantoro mengimbau, apabila ada temuan di lapangan pangkalan yang nakal menjual has diatas HET, menimbun pataupun menjual ke pengecer dengan jumlah banyak untuk dapat melaporkan kepada pihaknya agar bisa diambil tindakan tegas.

"Pangkalan harus salurkan gas sesuai ketentuan yang berlaku. Kalau ada temuan laporkan ke kami agar kami dan Polres bisa menindaklanjuti," kata Nur Subiantoro.

Baca: Terima Beras Raskin Tak Layak? Bulog Siap Mengganti

Baca: Sempat Membuang 70-80 Liter Susu Segar, Halimatussaddiyah Produksi Puluhan Olahan Susu

Selain itu, kata Nur, untuk menjaga ketersediaan gas melon stabil, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakar agar membeli gas sesuai peruntukan.

"PNS dan orang mampu jangan menggunakan gas 3kg," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved